NUSA TENGGARA TIMUR — Dalam wawancara eksklusif di kanal Google for Developers, Sameer Samat selaku Head of Android membeberkan detail teknis Android Halo yang sempat menjadi headline di Google I/O. Fitur ini bukan sekadar notifikasi biasa, melainkan pos permanen di status bar yang didedikasikan untuk agen AI pilihan pengguna—baik Gemini maupun agen pihak ketiga.
"Agen-agen yang bekerja di latar belakang untuk Anda akan ingin bertanya, memberi update, atau menampilkan hasil tugasnya. Android Halo menyediakan tempat khusus yang tidak berpindah-pindah atau berbeda antar aplikasi," jelas Samat.
Meskipun Google belum menunjukkan demo interaksi penuh dengan Android Halo, konsepnya mirip Live Notifications milik Apple. Ikon persisten di status bar memungkinkan pengguna mengecek progres tugas agen AI dengan satu sentuhan, tanpa harus membuka aplikasi tertentu.
Ini menjadi solusi untuk "long-running tasks" seperti membandingkan harga, merangkum dokumen, atau memesan tiket yang membutuhkan waktu proses lebih lama.
Menariknya, Sameer Samat mengakui bahwa Google sengaja menghilangkan kata "AI" dari presentasi Android Show meskipun hampir semua fitur baru didukung kecerdasan buatan. "Kami fokus pada bagaimana pengguna diuntungkan dari fitur-fitur ini, bukan pada teknologi yang mendukungnya," ujarnya.
Dua fitur yang masuk dalam dorongan Gemini Intelligence adalah Gboard "Rambler" yang didemonstrasikan langsung dalam video wawancara, serta "Superfill" untuk pengisian formulir otomatis. Keduanya menggunakan AI tetapi dipasarkan sebagai fitur produktivitas, bukan kecanggihan teknologi semata.
Wawancara juga membahas pembaruan Gemini di Android Automotive—sistem operasi Google untuk mobil. Samat menunjukkan kemampuan Gemini untuk mengontrol AC, lane assist, dan fitur kendaraan lain menggunakan bahasa alami. Namun yang paling menarik adalah integrasi dengan kamera depan mobil.
Pengguna bisa bertanya tentang objek di depan kendaraan, seperti "Apa nama gedung itu?" atau "Apakah jalan di depan macet?" dan Gemini akan menjawab berdasarkan analisis visual real-time dari kamera.
Pembaruan ini menunjukkan ambisi Google untuk memperluas kemampuan Gemini dari sekadar asisten suara menjadi agen yang bisa "melihat" lingkungan sekitarnya melalui perangkat keras yang sudah ada di kendaraan.
Selain Android Halo dan Gemini, Google juga merilis beberapa pembaruan lain untuk ekosistem Android. Aplikasi "Signatures" mulai digulirkan ke Pixel dan ponsel Android lainnya. Sementara itu, layanan "Verifier" akan otomatis terinstal untuk memverifikasi pengembang aplikasi, dengan target September 2025 sebagai tenggat implementasi penuh.
Google juga menambahkan kontrol per aplikasi untuk fitur Android Backups, memberikan pengguna kendali lebih besar atas data yang dicadangkan ke cloud.
Bagi pengguna Indonesia, Android Halo dan integrasi Gemini dengan kamera mobil kemungkinan baru akan hadir bersamaan dengan Android 17 yang dijadwalkan rilis akhir tahun ini. Dukungan bahasa Indonesia untuk Gemini juga masih dalam tahap pengembangan.