KUPANG — Bukan latihan fisik atau baris-berbaris yang mendominasi apel pagi di Mapolda NTT, Selasa kemarin. Ratusan personel justru diajak duduk tenang, mengatur napas, dan melakukan serangkaian gerakan relaksasi. Mereka mengikuti sesi Ultimate The Source Body, Mind, Soul Emotional Freedom Technique (USEFT), sebuah metode pengelolaan emosi berbasis psikologi energi.
Sesi yang digelar setelah apel pagi ini dipandu langsung oleh Coach Ipda Risa Malelak bersama tim konselor USEFT Polda NTT. Para personel diajak melakukan afirmasi positif dan teknik ketukan pada titik-titik energi tubuh untuk melepaskan stres.
“Latihan ini membantu menciptakan keseimbangan diri, mengelola tekanan, dan menjaga stabilitas emosi,” kata Ipda Risa di tengah kegiatan. Antusiasme personel terlihat dari partisipasi penuh mereka selama rangkaian latihan berlangsung.
Kapolda NTT Irjen Pol Rudi Darmoko menegaskan bahwa tantangan tugas anggota Polri saat ini semakin kompleks dan dinamis. Menurutnya, personel tidak bisa hanya mengandalkan kekuatan fisik semata.
“Kesiapan personel tidak cukup hanya dibangun dari kemampuan fisik, tetapi juga harus diperkuat dengan kesehatan mental dan pengelolaan emosi yang baik,” ujar Kapolda di sela-sela kegiatan.
Beban kerja anggota kepolisian di lapangan kerap memicu kelelahan psikologis. Mulai dari penanganan konflik sosial, bencana alam, hingga pengamanan event besar di NTT. Metode USEFT dinilai menjadi salah satu pendekatan yang praktis dan bisa dilakukan secara massal tanpa peralatan khusus.
Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-80 Bhayangkara. Polda NTT berkomitmen membangun personel yang tidak hanya tangguh secara fisik, tetapi juga memiliki keseimbangan tubuh, pikiran, dan jiwa.
USEFT atau Ultimate SBMS Emotional Freedom Technique adalah teknik penggabungan antara psikologi energi dan afirmasi. Peserta akan mengetuk titik-titik meridian tubuh sambil mengucapkan kalimat positif. Tujuannya untuk memulihkan aliran energi yang terhambat akibat stres atau trauma.
Di Polda NTT, teknik ini sudah mulai diperkenalkan secara bertahap kepada personel di berbagai satuan. Ke depan, latihan serupa direncanakan berlangsung secara rutin untuk menjaga kesiapan mental anggota.