Taman Perairan Kepulauan Alor Raih Peringkat Satu Nasional, Target PAD 2026 Capai Rp6,5 Miliar

Penulis: Dimas Prasetyo  •  Rabu, 24 Juni 2026 | 16:05:31 WIB
Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma meninjau langsung UPTD Taman Perairan Kepulauan Alor di Kalabahi.

KALABAHI — Prestasi ini terungkap saat Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur, Johni Asadoma, melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Alor pada Rabu, 3 Juni 2026. Dalam kunjungan tersebut, ia meninjau langsung UPTD Pengelola Taman Perairan Kepulauan Alor yang berlokasi di Kalabahi.

Skor Efektivitas Pengelolaan Naik Drastis ke Level Emas

Kepala UPTD Pengelola Taman Perairan Kepulauan Alor dan Laut Sekitarnya, Augustinus Frumentius HB, menjelaskan bahwa nilai Evaluasi Efektivitas Pengelolaan Kawasan Konservasi (EVIKA) Alor melonjak signifikan. Angkanya kini mencapai 94,21 persen dengan status emas, naik dari 88,12 persen pada tahun 2023.

Kenaikan skor ini menjadi salah satu faktor utama yang mendorong optimisme pemerintah daerah untuk meningkatkan target kontribusi kawasan konservasi terhadap PAD. Angka Rp6,5 miliar yang dibidik pada 2026 menunjukkan potensi ekonomi yang besar dari pengelolaan taman perairan yang berkelanjutan.

Potensi Ekonomi dari Konservasi Laut Berkelanjutan

Keberhasilan Alor meraih peringkat pertama nasional tidak lepas dari pengelolaan ekosistem laut yang ketat dan partisipasi masyarakat setempat. Kawasan ini dikenal memiliki keanekaragaman hayati bawah laut yang tinggi, menjadikannya tujuan favorit bagi wisatawan mancanegara dan peneliti.

Dengan status emas EVIKA, pengelolaan kawasan konservasi Alor dinilai telah memenuhi standar tertinggi dalam tata kelola, perlindungan spesies, dan pemberdayaan masyarakat pesisir. Capaian ini menjadi modal kuat untuk menggenjot sektor pariwisata bahari dan jasa lingkungan.

Dukungan Pemerintah Provinsi untuk Optimalisasi PAD

Kunjungan Wakil Gubernur Johni Asadoma menandakan komitmen Pemerintah Provinsi NTT untuk mendukung pengembangan Taman Perairan Alor. Pihaknya mendorong UPTD untuk terus berinovasi dalam pengelolaan agar target PAD Rp6,5 miliar dapat tercapai tepat waktu.

Ke depan, pengelola akan fokus pada peningkatan kunjungan wisatawan, pengembangan ekowisata berbasis masyarakat, serta penguatan kerja sama dengan pelaku usaha lokal. Semua langkah ini diharapkan tidak hanya meningkatkan pendapatan daerah, tetapi juga menjaga kelestarian ekosistem laut Alor dalam jangka panjang.

Reporter: Dimas Prasetyo
Sumber: rri.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top