KUPANG — Pesawat Lion Air Boeing 737-900 ER mendarat mulus di landasan Bandara Internasional El Tari Kupang sekitar pukul 09.20 WITA, membawa 235 jamaah haji yang telah menyelesaikan rangkaian ibadah di Tanah Suci. Kedatangan ini merupakan bagian dari fase pemulangan kloter pertama pada hari kedua yang dijadwalkan berlangsung sejak Selasa (23/6) lalu.
Kepala Seksi Penyelenggara Ibadah Haji dan Umrah (PPIH) NTT, melalui keterangan di lokasi, menyebut jamaah yang tiba berasal dari Kabupaten Nagekeo, Flores Timur, Ngada, Sikka, Timor Tengah Utara (TTU), Belu, dan Ende. Setibanya di Kupang, jamaah asal TTU langsung melanjutkan perjalanan darat ke daerah asal. Sementara itu, jamaah dari enam kabupaten lainnya akan transit terlebih dahulu di Bandara El Tari sebelum kembali ke daerah masing-masing dengan penerbangan lanjutan.
Proses kedatangan diawasi langsung oleh PPIH NTT bersama petugas bandara dan Balai Kekarantinaan Kesehatan Kelas I Kupang. Pemeriksaan kesehatan, termasuk pengecekan suhu tubuh dan gejala penyakit, dilakukan sesaat setelah jamaah turun dari pesawat. Dokumen perjalanan dan kartu kesehatan juga diperiksa untuk memastikan tidak ada kendala administratif sebelum jamaah diizinkan meninggalkan area bandara.
Sehari sebelumnya, jamaah haji asal Kabupaten Alor telah tiba di Kupang dan menginap semalam di Asrama Haji Kupang. Mereka baru akan dipulangkan ke daerah asal pada hari yang sama setelah proses administrasi dan istirahat selesai. Pola ini menunjukkan sistem pengaturan transit dan akomodasi yang telah disiapkan panitia untuk memastikan kenyamanan jamaah setelah perjalanan panjang dari Surabaya.
PPIH NTT menjadwalkan kloter terakhir pada hari ini tiba sekitar pukul 14.00 WITA. Jamaah tersebut berasal dari Kabupaten Lembata, Timor Tengah Selatan, Malaka, Rote Ndao, Kota Kupang, dan Kabupaten Kupang. Rencananya, Wali Kota Kupang akan menyambut langsung kedatangan mereka di Bandara El Tari, lalu seluruh jamaah diarahkan ke Asrama Haji Kupang untuk proses pelepasan secara resmi.
Untuk jamaah asal Manggarai Raya, panitia telah mengatur penerbangan langsung dari Bandara Embarkasi Surabaya menuju Bandara Internasional Komodo Labuan Bajo. Sementara itu, jamaah asal Pulau Sumba mendarat di Bandara Lede Kalumbang Tambolaka sebelum kembali ke daerah asal pada hari yang sama. Skema ini diterapkan untuk mengurangi waktu tempuh dan kelelahan jamaah setelah perjalanan panjang.
Seluruh rangkaian kepulangan jamaah haji NTT tahun ini dipastikan berjalan lancar sesuai prosedur yang ditetapkan Kementerian Agama. PPIH NTT terus berkoordinasi dengan maskapai dan otoritas bandara untuk memastikan tidak ada kendala operasional hingga kloter terakhir tiba.