InJourney Group Gelar Pelatihan Pariwisata di Labuan Bajo, Targetkan 3 Hari Peningkatan Kapasitas Pelaku Lokal

Penulis: Dimas Prasetyo  •  Selasa, 23 Juni 2026 | 19:29:31 WIB
Pelatihan pariwisata InJourney Group di Labuan Bajo fokus meningkatkan kapasitas pelaku lokal selama tiga hari.

LABUAN BAJO — Pelatihan ini menyasar pengelola homestay, Badan Usaha Milik Desa, komunitas ekonomi kreatif lokal, hingga akademisi dan praktisi pariwisata. Tujuannya memperkuat daya saing destinasi super prioritas nasional tersebut.

Fokus Pelatihan: Keramahtamahan hingga Destinasi Berkelanjutan

Materi yang disempurnakan pada tahun 2026 mencakup keramahtamahan, komunikasi, dan pengelolaan destinasi wisata berkelanjutan. InJourney Group melibatkan pemerintah daerah, akademisi, dan lembaga pendamping di Manggarai Barat.

Direktur Utama PT Integrasi Aviasi Solusi (IAS) Budi Setyawan Wijaya menegaskan dukungan penuh perusahaannya terhadap program IHH yang sudah memasuki tahun ketiga. "Kami berharap program IHH ini terus berlanjut dan membawa dampak signifikan pada peningkatan kualitas pelayanan sektor pariwisata bagi kemajuan daerah Labuan Bajo," ujarnya.

Komitmen Keberlanjutan dan Pelibatan Masyarakat Lokal

Budi menambahkan bahwa IAS berkomitmen menjaga keberlanjutan alam untuk pembangunan pariwisata ramah lingkungan yang menonjolkan kearifan lokal. Pelatihan ini, kata dia, harus dimanfaatkan untuk menjaga lingkungan tetap asri.

Direktur Human Capital InJourney Airport Adi Nugroho menyampaikan bahwa kolaborasi antar member InJourney melalui IHH bertujuan menciptakan budaya pelayanan yang lebih baik. "Masyarakat menjadi bagian utama dalam pariwisata di daerahnya sendiri," katanya.

Ekonomi Kreatif dan Kepemimpinan Lokal Jadi Pilar

Direktur Utama PT Sarinah (Persero) Raisha Syarfuan menekankan bahwa penguatan kapasitas masyarakat lokal adalah fondasi penting membangun destinasi berdaya saing. "Kami berharap pelaku pariwisata di Labuan Bajo semakin siap menghadirkan pengalaman yang berakar pada kekayaan budaya lokal," ujar Raisha.

Ia menambahkan bahwa kolaborasi ini membuka peluang lebih besar bagi pertumbuhan ekonomi kreatif dan pemberdayaan masyarakat setempat.

Sementara itu, Direktur Utama PT Hotel Indonesia Natour Christine Hutabarat menyebut keberlanjutan sebagai prinsip utama pariwisata berkualitas. "Sebuah destinasi hanya dapat tumbuh secara berkelanjutan apabila masyarakat di dalamnya memiliki kapasitas, kesempatan, dan peran yang kuat sebagai pelaku utama pembangunan pariwisata," katanya.

Christine menegaskan bahwa pihaknya ingin membangun ekosistem pembelajaran yang mendorong perubahan perilaku, peningkatan kapasitas, dan tumbuhnya kepemimpinan lokal. "Ketika masyarakat memiliki kompetensi, rasa memiliki, dan kesempatan untuk berkembang, maka mereka tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga menjadi penggerak utama keberlanjutan destinasi," pungkasnya.

Reporter: Dimas Prasetyo
Sumber: mimbarsumbar.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top