Fakultas Hukum Unipa Maumere Gelar PKM di Bukit Koli Dogon, Dorong Desa Langir Jadi Desa Wisata Berbasis Hukum Adat

Penulis: Endra Sanjaya  •  Minggu, 14 Juni 2026 | 20:02:01 WIB
Mahasiswa dan dosen Fakultas Hukum Unipa Maumere berdiskusi dengan warga Desa Langir di Bukit Koli Dogon.

MAUMERE — Puluhan mahasiswa dan dosen Fakultas Hukum Unipa Maumere turun langsung ke Bukit Koli Dogon untuk berdiskusi dengan masyarakat Desa Langir. Mereka membahas bagaimana hukum adat bisa menjadi payung perlindungan sekaligus motor penggerak pengembangan desa wisata.

Mengapa Hukum Adat Penting untuk Pariwisata Desa Langir?

Hendrika Mayora Victoria, fasilitator kegiatan, mengatakan pengabdian masyarakat bukan sekadar transfer ilmu. Menurutnya, kegiatan ini juga membangun komunikasi dan hubungan harmonis antara perguruan tinggi dengan masyarakat.

“Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat, dengan tujuan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga nilai budaya, adat istiadat, serta mengembangkan potensi wisata desa secara berkelanjutan,” kata Mayora.

Empat Materi Kunci: Dari Potensi Alam hingga Konsekuensi Hukum

Acara dimulai dengan pemutaran film dokumenter desa wisata, lalu dilanjutkan sesi diskusi. Empat pemateri bergantian menyampaikan materi yang saling melengkapi.

Patrisia Blaan membuka sesi dengan paparan tentang pariwisata berbasis adat sebagai peluang ekonomi. “Potensi alam, budaya, tradisi, serta nilai-nilai lokal yang dimiliki masyarakat dapat menjadi kekuatan utama dalam membangun desa wisata,” jelas dia.

Elisabeth Avrilia kemudian membawakan materi tentang dasar hukum pengaturan pariwisata berbasis adat. Ia menekankan pentingnya pemahaman hukum agar pengembangan wisata tidak melanggar aturan dan tetap melindungi nilai adat masyarakat.

Rikardus Nong Bunga memaparkan potensi wisata berbasis kearifan lokal di Kabupaten Sikka. Sementara Muhamad Alif mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia agar masyarakat menjadi pelaku utama pengelolaan wisata, bukan sekadar penonton.

Respons Warga: Bukit Koli Dogon Bisa Jadi Ruang Ekonomi dan Budaya

Kepala Desa Langir memberikan apresiasi positif. Ia menilai kegiatan ini membuka wawasan masyarakat tentang pengelolaan potensi desa secara baik. Ia berharap kegiatan serupa menjadi agenda rutin Unipa Maumere.

Yohanes Asmani, warga setempat, mengaku mendapat pengetahuan baru tentang pariwisata berbasis hukum adat. “Masyarakat perlu memiliki kesadaran bahwa potensi alam dan budaya yang dimiliki merupakan aset yang harus dijaga dan dikembangkan bersama,” ujarnya.

Maria Petra, warga Desa Langir lainnya, menambahkan bahwa pengembangan Bukit Koli Dogon tidak hanya soal keindahan alam. Menurutnya, tempat ini bisa membuka peluang ekonomi melalui produk lokal seperti kain tenun ikat.

“Kami berharap tempat ini tetap dijaga dan dikembangkan. Selain menjadi tempat wisata, Koli Dogon juga bisa menjadi ruang untuk memperkenalkan budaya serta meningkatkan ekonomi masyarakat melalui hasil karya lokal,” ujar Maria.

Komitmen Unipa: Ilmu Hukum untuk Pariwisata Berkelanjutan

Melalui kegiatan ini, Fakultas Hukum Unipa Maumere menunjukkan peran konkret dalam penerapan ilmu hukum di tengah masyarakat. Fokusnya pada perlindungan hukum adat, pemberdayaan warga, dan pengembangan pariwisata berkelanjutan berbasis kearifan lokal di Kabupaten Sikka.

Reporter: Endra Sanjaya
Sumber: ekorantt.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top