Kemenag NTT Gandeng FKUB dan Pramuka untuk Perkuat Moderasi Beragama Lewat Aksi Lingkungan

Penulis: Chandra Kusuma  •  Minggu, 14 Juni 2026 | 12:55:01 WIB
Kemenag NTT bersama FKUB dan Pramuka laksanakan aksi tanam pohon untuk perkuat moderasi beragama.

KUPANG — Kemenag NTT tidak hanya bicara soal toleransi antarumat, tetapi juga menghubungkannya dengan tanggung jawab menjaga alam. Lewat sinergi dengan FKUB dan Kwarda Pramuka NTT, moderasi beragama di wilayah itu akan diimplementasikan melalui aksi nyata pelestarian lingkungan.

Kepala Kanwil Kemenag Provinsi NTT Fransiskus Kariyanto menegaskan bahwa pembangunan kerukunan dan kepedulian terhadap lingkungan tidak bisa dilakukan secara parsial. Menurutnya, dibutuhkan kolaborasi erat antara pemerintah, tokoh agama, dan organisasi kemasyarakatan.

"Moderasi beragama dan ekoteologi merupakan dua agenda penting yang saling berkaitan. Nilai-nilai agama mengajarkan kita untuk hidup rukun sekaligus menjaga dan merawat ciptaan Tuhan," kata Fransiskus di Kupang, Sabtu.

Gerakan Tanam Sejuta Pohon Jadi Program Unggulan

FKUB Provinsi NTT tidak hanya menjadi forum dialog lintas iman. Lembaga ini sudah menginisiasi program yang memadukan penguatan kerukunan dengan pelestarian lingkungan, salah satunya Gerakan Tanam Sejuta Pohon.

Ketua FKUB Provinsi NTT Yuliana Saloso mengatakan program itu melibatkan tokoh dan umat dari berbagai agama untuk bersama-sama menjaga bumi sebagai rumah bersama. Menurutnya, dialog dan kebersamaan menjadi modal utama merawat kerukunan di tengah kemajemukan NTT.

"Merawat lingkungan adalah panggilan moral sekaligus panggilan iman. Ketika tokoh dan umat dari berbagai agama bergandengan tangan menanam pohon dan merawat alam, pada saat yang sama kita sedang menanam benih-benih perdamaian dan persaudaraan," ujar Yuliana.

Ia menambahkan, FKUB secara konsisten membangun ruang perjumpaan antar-umat beragama agar tercipta saling pengertian dan saling percaya. Moderasi beragama, kata dia, tidak cukup hanya dibicarakan, tetapi harus dihidupi melalui perjumpaan, kerja sama, dan aksi nyata.

Pramuka Jadi Rumah Bersama Generasi Muda Lintas Agama

Kwarda Gerakan Pramuka Provinsi NTT menyatakan kesiapan menjadi mitra strategis dalam agenda ini. Ketua Kwarda Pramuka NTT Sinun Petrus Manuk menilai nilai kebangsaan, persaudaraan, gotong royong, dan kepedulian terhadap lingkungan yang menjadi bagian dari pendidikan kepramukaan sejalan dengan semangat moderasi beragama.

"Pramuka adalah rumah bersama bagi anak-anak dan generasi muda dari berbagai latar belakang agama, suku, dan budaya. Melalui kegiatan perkemahan lintas agama, bakti sosial, dan gerakan penanaman pohon, kami ingin menanamkan bahwa perbedaan adalah kekuatan dan menjaga lingkungan adalah tanggung jawab bersama," ujar Sinun.

Kwarda Pramuka NTT berencana mengintegrasikan agenda moderasi beragama dan ekoteologi dalam berbagai kegiatan pembinaan kepramukaan. Langkah ini diharapkan melahirkan generasi muda yang toleran, berkarakter, dan peduli terhadap kelestarian alam.

Reporter: Chandra Kusuma
Sumber: kupang.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top