KUPANG — Mahasiswa aktif jenjang sarjana, magister, dan doktor di Universitas Nusa Cendana (Undana) kini bisa mengajukan proposal riset untuk mendapat pendanaan dari Bank Indonesia. Program Bantuan Penelitian Kebanksentralan Tahun 2026 ini menyediakan 75 kuota yang tersebar di tujuh fakultas.
Sub Koordinator Humas Undana, Ollien Manggol, mengatakan program ini dirancang untuk membantu mahasiswa yang sedang menyusun tugas akhir sekaligus mendorong lahirnya riset berkualitas. "Program ini terbuka bagi mahasiswa aktif jenjang sarjana, magister, dan doktor yang sedang menyusun tugas akhir dengan topik penelitian yang relevan dengan isu kebanksentralan maupun bidang sosial kemasyarakatan," kata Ollien di Kupang, Jumat.
BI tidak membatasi penelitian hanya pada soal moneter atau sistem pembayaran. Topik yang bisa diajukan meliputi kebijakan moneter, kebijakan makroprudensial, sistem pembayaran, stabilitas sistem keuangan, sektor riil, ekonomi dan keuangan hijau, serta ekonomi dan keuangan syariah.
Bank Indonesia juga membuka peluang bagi penelitian dari bidang sosial-humaniora, komunikasi, ilmu pemerintahan, dan hukum. Artinya, mahasiswa dari program studi di luar ekonomi pun bisa ikut serta selama topiknya relevan.
Mahasiswa yang ingin mendaftar wajib memenuhi sejumlah persyaratan. IPK minimal 3,25, tidak berstatus sebagai pegawai Bank Indonesia, dan tidak sedang menerima bantuan pendidikan atau penelitian sejenis dari lembaga lain.
Peserta juga harus memperoleh rekomendasi dari program studi atau fakultas serta mengajukan proposal penelitian sesuai ketentuan. Pendaftaran dilakukan secara daring melalui tautan yang disediakan dan menyerahkan berkas fisik ke Bagian Kemahasiswaan Rektorat Undana.
Kuota 75 proposal didistribusikan ke sejumlah fakultas di Undana. Yakni Fakultas Ekonomika dan Bisnis, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Fakultas Pertanian, Fakultas Peternakan Kelautan dan Perikanan, Fakultas Hukum, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, serta Fakultas Sains dan Teknologi.
Setelah lolos seleksi administrasi di tingkat universitas, proposal akan diteruskan ke Bank Indonesia. Tim reviewer BI akan menilai berdasarkan kualitas dan relevansi penelitian yang diajukan.
Ollien menambahkan, program ini diharapkan bisa membantu mahasiswa mengatasi kendala pembiayaan penelitian sekaligus mempercepat penyelesaian studi. Lebih dari itu, hasil riset diharapkan tidak hanya menjadi dokumen akademik.
"Melalui program ini diharapkan hasil penelitian mahasiswa Undana tidak hanya menjadi dokumen akademik, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan dan penguatan ekonomi daerah," katanya.