JAKARTA — Komitmen ini diumumkan Sekretariat Nasional Open Government Indonesia bersama Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Pemerintah Provinsi NTT, Solar Chapter, dan Wahana Visi Indonesia. Langkah ini menjadi respons atas temuan lapangan yang menunjukkan masih banyak desa di NTT yang belum tersentuh infrastruktur air bersih secara layak.
Direktur Hubungan Luar Negeri Kementerian PPN/Bappenas Maharani Putri Samsu Wibowo, selaku Ketua Tim Pelaksana Koordinasi Strategis Pelaksanaan Rencana Aksi Nasional Keterbukaan Pemerintah, mengatakan platform Mengalir.co mengintegrasikan laporan warga, data pemerintah daerah, dan hasil survei lapangan. "Upaya tersebut didukung oleh platform data partisipatif, Mengalir.co, serta mendorong pemanfaatan dan penguatan data berbasis lapangan sebagai dasar perencanaan dan pelaksanaan program air bersih di daerah," ujarnya dalam keterangan resmi, Senin.
Berdasarkan data yang tervalidasi di 764 desa, sebanyak 243 desa atau 31,58 persen belum memiliki layanan air yang memadai. Dari jumlah itu, 172 desa mengalami sistem tidak berfungsi dan 71 desa lainnya sama sekali belum memiliki infrastruktur air. Temuan ini menegaskan bahwa pendekatan berbasis data menjadi krusial agar program tepat sasaran.
Direktur Eksekutif Solar Chapter Mustika Wijaya menjelaskan bahwa data di Mengalir.co bisa diakses oleh siapa pun. "Laporan partisipatif warga, data pemerintah daerah, dan hingga survei lapangan semua terintegrasi di satu platform yang bisa diakses oleh siapapun, baik dari pemerintah, NGO, ataupun masyarakat itu sendiri," katanya.
Ia menambahkan, data yang terintegrasi ini diharapkan bisa menjembatani kebutuhan lokal dengan solusi berkelanjutan. Selain itu, platform ini menjadi basis koordinasi untuk menyelaraskan berbagai program penyediaan air bersih di NTT.
Keterlibatan multi pihak dinilai penting untuk meningkatkan kapasitas dan efektivitas program. Pemerintah pusat, pemda, organisasi masyarakat sipil, dan sektor swasta didorong bekerja sama agar layanan air bersih bisa menjangkau masyarakat secara lebih merata. Saat ini, platform Mengalir.co telah menyediakan data yang tervalidasi di 764 desa di NTT.