NUSA TENGGARA TIMUR — Setelah sukses menekuk Oman 3-0 dan naik tiga tingkat ke posisi 119 dunia, Timnas Indonesia masih punya satu pekerjaan rumah di FIFA Matchday Juni 2026: menjamu Mozambik. Laga ini tidak sekadar uji coba, melainkan papan loncatan untuk memperbaiki peringkat secara signifikan.
Berdasarkan simulasi laman Herman Baum, kemenangan atas Mozambik akan memberi tambahan 5,69 poin bagi Garuda. Total poin Timnas Indonesia menjadi 1.157,13, cukup untuk menggeser Sierra Leone (1.153,31 poin) di peringkat 118.
Yang lebih menarik, angka itu hanya berselisih 0,08-0,09 poin dari Sudan (1.157,22 poin) di posisi 117. Artinya, Garuda bisa langsung menempel ketat di papan atas peringkat 120-an dunia.
Namun, skenario ini punya satu syarat: Sierra Leone harus gagal meraih hasil positif saat kembali menghadapi Liberia di hari yang sama.
Di atas kertas, Mozambik berada di peringkat 102 dengan koleksi 1.224,31 poin — unggul 17 tingkat dan 72,86 poin dari Indonesia. Justru karena itulah, Garuda lebih diuntungkan dalam hitung-hitungan poin FIFA.
Tim berperingkat lebih rendah yang mampu menang atas lawan di atasnya akan mendapat tambahan poin lebih besar. Sebaliknya, jika kalah, pengurangan poinnya minimal. Ini menjadi keuntungan strategis bagi skuad asuhan Shin Tae-yong.
Jika hanya bermain imbang, Timnas Indonesia hanya kebagian 0,69 poin (total 1.152,14). Peringkat bisa turun satu tingkat jika Togo (1.146,70 poin) menang atas Benin — karena Togo bakal mendapat tambahan 6,05 poin dan melesat ke 1.152,7 poin.
Sementara jika kalah, penurunan sudah pasti. Garuda akan kehilangan 4,31 poin (1.147,14 poin) dan langsung melorot ke peringkat 121. Posisi itu bisa kembali ke 122 jika Togo minimal bermain imbang.
Laga melawan Mozambik di SUGBK pukul 20.00 WIB nanti bukan sekadar pertandingan persahabatan. Ini adalah kesempatan emas untuk menembus papan atas peringkat 110-an dunia — atau justru kembali terlempar ke zona 120-an.