KKP Bangun Kawasan Industri Garam Nasional K-SIGN di Rote Ndao, Target Swasembada 2027

Penulis: Bramantyo Wicaksono  •  Minggu, 07 Juni 2026 | 12:11:31 WIB
KKP mulai pembangunan Kawasan Industri Garam Nasional (K-SIGN) di Rote Ndao sebagai sentra garam industri.

ROTE NDAO — KKP resmi menggelar pembangunan K-SIGN di Rote Ndao sebagai proyek percontohan sentra garam industri. Kawasan ini ditargetkan menjadi tulang punggung produksi garam nasional untuk memenuhi kebutuhan sektor industri dalam negeri yang selama ini bergantung pada pasokan luar negeri.

Dalam lima tahun terakhir, Indonesia rata-rata masih mengimpor lebih dari 2,6 juta ton garam setiap tahun. Angka ini dinilai ironis mengingat Indonesia memiliki garis pantai terpanjang kedua di dunia setelah Kanada, dengan potensi pesisir yang melimpah untuk produksi garam.

Mengapa Rote Ndao Dipilih sebagai Lokasi K-SIGN?

Rote Ndao dinilai memiliki kondisi geografis dan iklim yang mendukung produksi garam berkualitas tinggi. Wilayah ini memiliki musim kemarau panjang serta luas area pesisir yang cocok untuk pengembangan tambak garam modern.

KKP menyebut, pengembangan K-SIGN di Rote Ndao merupakan bagian dari implementasi Peraturan Presiden Nomor 17 Tahun 2025 tentang Percepatan Pembangunan Pergaraman Nasional. Regulasi ini mengamanatkan Indonesia harus mencapai swasembada garam pada 2027.

Target Swasembada dan Penurunan Impor Garam Industri

Kebutuhan garam nasional terus meningkat dari tahun ke tahun. Pada 2024, total kebutuhan mencapai sekitar 4,8 juta ton, namun lebih dari setengahnya masih dipenuhi lewat impor, terutama garam dengan spesifikasi tinggi untuk industri.

Pemerintah menargetkan agar Indonesia tidak lagi mengimpor garam mulai 2027. Pembangunan K-SIGN di Rote Ndao menjadi salah satu proyek strategis untuk memperkuat produksi dalam negeri dan mengurangi ketergantungan pada pasokan luar negeri.

Langkah KKP Percepat Pembangunan Pergaraman Nasional

KKP terus mempercepat realisasi K-SIGN di sejumlah daerah potensial. Rote Ndao menjadi lokasi awal yang disiapkan sebagai kawasan percontohan sebelum diperluas ke daerah lain.

Program ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, menyerap tenaga kerja, serta meningkatkan kesejahteraan petani garam di NTT. Pemerintah pusat berkomitmen mendukung penuh pendanaan dan pendampingan teknis untuk memastikan target swasembada tercapai tepat waktu.

Reporter: Bramantyo Wicaksono
Sumber: ekbis.sindonews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top