Gubernur NTT Melki Laka Lena Buka Forum FKIP Se-Indonesia, Tegaskan Guru Tak Tergantikan oleh AI di Era Disrupsi

Penulis: Aditya Nugraha  •  Jumat, 05 Juni 2026 | 18:02:01 WIB
Gubernur NTT Melki Laka Lena membuka Forum FKIP se-Indonesia di Kupang, Kamis (4/6/2026).

KUPANG — Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena membuka secara resmi Pertemuan Sela Forum Komunikasi Pimpinan FKIP Negeri se-Indonesia di Hotel Aston Kupang, Kamis (4/6/2026) malam. Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa era Society 5.0 yang membawa disrupsi besar pada cara manusia belajar dan bekerja tidak lantas menghilangkan urgensi profesi keguruan.

"Ke depan profesi guru tetap menjadi profesi yang penting, menarik, dan sangat dibutuhkan. Masa depan pendidikan Indonesia akan sangat ditentukan oleh kualitas para guru yang kita siapkan hari ini," kata Melki dalam keterangan yang diterima redaksi.

Mengapa Guru Tidak Bisa Digantikan oleh AI?

Menurut Melki, kecerdasan buatan memang mampu mengolah data dan menyajikan informasi dengan cepat. Namun, teknologi tidak bisa menggantikan peran guru dalam membentuk karakter, mengasah empati, dan menumbuhkan pemikiran kritis pada siswa.

Ia menilai transformasi pendidikan calon guru saat ini tidak cukup hanya melalui penyesuaian kurikulum. Lebih dari itu, kata dia, perlu ada penguatan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, dan pemecahan masalah—kompetensi yang tidak bisa diajarkan oleh mesin.

Apa yang Harus Diubah dalam Pendidikan Guru?

Melki mendorong agar FKIP di seluruh Indonesia tidak sekadar mengikuti tren digital. Lembaga pencetak guru justru harus menjadi garda depan dalam menciptakan metode pembelajaran yang adaptif terhadap teknologi, namun tetap berpusat pada manusia.

"Kemampuan berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, dan pemecahan masalah adalah fondasi yang harus diperkuat. Ini adalah nilai tambah yang tidak bisa digantikan teknologi," ujarnya menegaskan.

Pertemuan sela ini dihadiri oleh pimpinan FKIP negeri dari berbagai provinsi di Indonesia. Forum tersebut menjadi ajang diskusi mengenai arah kebijakan pendidikan keguruan di tengah tekanan disrupsi digital.

Bagaimana Nasib Guru di Era AI?

Pernyataan Gubernur NTT ini menjadi penegas di tengah kekhawatiran sebagian kalangan bahwa profesi guru akan tergerus oleh platform pembelajaran berbasis AI. Melki justru membalik perspektif tersebut: era digital membuka peluang bagi guru untuk menjadi fasilitator dan inspirator, bukan sekadar penyampai materi.

Dengan kualitas guru yang mumpuni, ia optimistis pendidikan Indonesia mampu mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga unggul dalam karakter dan daya saing global.

Reporter: Aditya Nugraha
Sumber: koranntt.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top