Bulog NTT Serap 3.992 Ton Beras Petani Hingga Awal Juni 2026, Stok Nasional Tembus 5 Juta Ton

Penulis: Aditya Nugraha  •  Jumat, 05 Juni 2026 | 14:10:02 WIB
Bulog NTT serap 3.992 ton beras petani hingga awal Juni 2026 untuk memperkuat Cadangan Beras Pemerintah.

KUPANG — Pimpinan Perum Bulog Kanwil NTT Arrahim K. Kanam menyatakan pihaknya terus mengoptimalkan penyerapan hasil panen petani di tengah musim tanam kedua yang masih berlangsung di sejumlah daerah. Langkah ini dilakukan untuk memperkuat Cadangan Beras Pemerintah (CBP) dan menjaga stabilitas harga pangan.

“Realisasi serapan sebesar 3.992 ton setara beras di wilayah kerja Kanwil NTT menunjukkan komitmen kami untuk terus hadir di tengah petani, memastikan hasil panen terserap secara optimal,” kata Arrahim di Kupang, Kamis.

Capaian Nasional: 3,01 Juta Ton dalam Lima Bulan

Secara nasional, Bulog mencatatkan serapan 3.008.626 ton setara beras hingga 3 Juni 2026. Angka ini mendekati 75 persen dari target tahunan 4 juta ton yang ditetapkan pemerintah.

Arrahim menjelaskan capaian itu diraih dalam waktu kurang dari enam bulan. Menurutnya, hal ini menjadi bukti bahwa kebijakan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) sebesar Rp6.500 per kilogram berjalan efektif dalam memberikan kepastian pasar bagi petani di seluruh Indonesia.

Stok Beras Pemerintah Tembus Level Tertinggi

Dampak langsung dari serapan masif ini adalah penguatan stok CBP yang kini melampaui 5 juta ton. Angka tersebut disebut sebagai level tertinggi dalam sejarah pengelolaan pangan nasional modern.

“Keberhasilan serapan ini bukan hanya angka, tetapi wujud nyata keberpihakan negara kepada petani dan komitmen bersama stakeholder dalam mewujudkan swasembada pangan nasional,” ujar Arrahim.

Sinergi Lintas Sektor Jadi Kunci

Arrahim menambahkan, capaian ini merupakan hasil kerja bersama petani, pemerintah pusat dan daerah, TNI, Polri, penyuluh pertanian, penggilingan padi, serta seluruh insan Bulog yang bekerja tanpa mengenal waktu selama musim panen.

Ia optimistis target pengadaan 4 juta ton setara beras pada 2026 dapat tercapai bahkan sebelum akhir tahun. Dengan masih berlangsungnya musim panen di sejumlah wilayah strategis, Bulog terus mengoptimalkan penyerapan melalui sinergi yang semakin kuat bersama seluruh pemangku kepentingan.

Reporter: Aditya Nugraha
Sumber: kupang.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top