NUSA TENGGARA TIMUR — Kabar ini muncul sehari setelah BYD memperkenalkan teaser Atto 3 Evo. Proton langsung merespons dengan unggahan gambar samar eMas 7 versi baru. Peluncuran dijadwalkan pada Rabu (11/6) di ajang KLIMS, yang merupakan panggung strategis bagi pabrikan nasional Malaysia itu.
Varian anyar ini, yang kemungkinan dinamai Premium Plus, mengadopsi paket baterai Aegis short blade LFP 68,39 kWh. Teknologi ini sudah lebih dulu diterapkan pada Geely EX5 di Australia dan Thailand. Bobot baterai bertambah 50 kg, namun waktu pengisian cepat DC 100 kW tetap sama: 20 menit dari 30 ke 80 persen.
Untuk pengisian AC 11 kW, waktu yang dibutuhkan naik dari 6,1 jam menjadi 7 jam untuk mencapai penuh dari 10 persen. Motor listrik di depan masih sama, menghasilkan 218 PS (160 kW) dan torsi 320 Nm. Konsekuensinya, akselerasi 0-100 km/jam melambat dari 6,9 detik menjadi 7,4 detik.
Jarak tempuh tergantung pilihan velg. Jika menggunakan velg 18 inci (standar varian Prime), jangkauan WLTP mencapai 475 km. Namun untuk varian Premium yang menggunakan velg 19 inci, angka tersebut turun menjadi 450 km. Selisih 40 km dari model Premium saat ini yang hanya 410 km.
Kemungkinan besar, Proton akan merombak lini eMas 7. Varian Prime yang saat ini menggunakan baterai 49,52 kWh bisa dihapus, digantikan oleh baterai 60,22 kWh. Jika terealisasi, jangkauan Prime baru bisa melonjak dari 345 km menjadi 430 km.
Untuk membedakan dengan varian Premium standar, eMas 7 baru kemungkinan mendapat perlengkapan yang selama ini absen. Beberapa di antaranya adalah airbag depan tengah dan passenger ottoman, fitur yang sudah ada di Geely EX5 global. Selain itu, opsi warna Emerald Green juga akan tersedia, mengikuti varian PHEV eMas 7.
Meski begitu, bentuk eksterior dipastikan tidak berubah. Gambar teaser yang digunakan Proton adalah foto resmi yang sama saat peluncuran pertama eMas 7 hampir dua tahun lalu. Artinya, tidak ada ubahan signifikan pada desain bodi atau bodykit.
Langkah Proton ini jelas merupakan respons terhadap persaingan ketat dengan BYD. Kedua pabrikan saling berbalas teaser dalam waktu kurang dari 24 jam. Dengan baterai lebih besar namun harga yang diperkirakan tetap kompetitif, Proton ingin mempertahankan posisi eMas 7 sebagai salah satu pilihan SUV listrik paling menarik di Malaysia.
Keputusan final soal harga dan ketersediaan varian baru ini akan diumumkan pada 11 Juni mendatang. Namun yang jelas, konsumen kini punya opsi jarak tempuh lebih jauh tanpa harus berganti model.