KUPANG — Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) resmi melantik jajaran direksi baru untuk dua badan usaha milik daerah (BUMD) strategis, PT Kawasan Industri Bolok (KIB) dan PT Flobamor. Pelantikan ini merupakan langkah konkret pemerintah provinsi untuk menghidupkan kembali kinerja kedua perusahaan yang selama ini dinilai belum maksimal dalam menggerakkan perekonomian daerah. Gubernur menantang para direksi baru agar mampu membawa perubahan signifikan pada BUMD tersebut.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, sejumlah nama telah resmi ditunjuk untuk menduduki kursi direksi di kedua BUMD. Untuk PT Kawasan Industri Bolok (KIB), posisi Direktur Utama dipercayakan kepada [Nama Direktur Utama KIB]. Sementara itu, jajaran direksi PT Flobamor juga diisi oleh tokoh-tokoh baru yang diharapkan mampu mengoptimalkan potensi perusahaan.
Berikut daftar lengkap direksi baru yang dilantik:
PT Kawasan Industri Bolok (KIB) merupakan pengelola kawasan industri terpadu di Kabupaten Kupang yang diharapkan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru. Sementara PT Flobamor bergerak di berbagai sektor, termasuk perdagangan dan jasa, yang selama ini menjadi andalan pendapatan asli daerah (PAD). Kebangkitan kedua BUMD ini dinilai krusial untuk menopang perekonomian NTT yang berbasis pada potensi maritim dan sumber daya alam.
Gubernur NTT menekankan bahwa direksi baru harus mampu berinovasi dan menjalankan tata kelola perusahaan yang baik (GCG). Tantangan utama yang dihadapi adalah meningkatkan kontribusi BUMD terhadap PAD serta menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat NTT.
Dalam sambutannya, Gubernur NTT memberikan target yang jelas kepada jajaran direksi yang baru dilantik. Ia meminta agar PT KIB dan PT Flobamor segera menunjukkan kinerja nyata dalam waktu dekat. Target utama termasuk peningkatan pendapatan perusahaan dan perluasan layanan yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.
"Saya minta direksi baru bisa menghidupkan kembali BUMD ini. Jangan hanya jadi beban daerah, tapi harus jadi motor penggerak ekonomi," tegas Gubernur dalam acara pelantikan. Ia juga mengingatkan agar seluruh jajaran menghindari praktik korupsi dan menjalankan bisnis secara profesional.
Belum ada kepastian waktu kapan dampak langsung dari pergantian direksi ini akan dirasakan masyarakat. Namun, pemerintah provinsi optimistis bahwa dalam satu hingga dua tahun ke depan, kontribusi kedua BUMD terhadap perekonomian daerah akan mulai terlihat. Fokus awal adalah pada pembenahan manajemen internal dan penyelesaian proyek-proyek strategis yang sempat terhambat.
Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya Pemerintah Provinsi NTT untuk memperkuat fondasi ekonomi daerah di tengah tantangan global. Dengan kepemimpinan baru, diharapkan PT KIB dan PT Flobamor dapat bersaing dan memberikan manfaat optimal bagi warga NTT.