NUSA TENGGARA TIMUR — Laga yang berlangsung di Stadio Marcantonio Bentegodi, Verona, akhir pekan kemarin menjadi penentu nasib Roma di papan atas. Tiga poin yang diraih tak sekadar mengakhiri musim dengan manis, tapi juga membuka gerbang kembali ke kompetisi elite Eropa.
Pelatih Roma, yang menurunkan skuad terbaiknya, langsung menekan sejak menit awal. Gol pertama lahir dari skema serangan cepat yang tak mampu dibendung barisan belakang Verona.
Roma tidak butuh waktu lama untuk unggul. Umpan silang dari sisi kanan disambut sontekan keras pemain depan Roma yang tak mampu diantisipasi kiper Verona. Skor 1-0 bertahan hingga turun minum.
Verona mencoba bangkit di babak kedua dengan meningkatkan intensitas serangan. Namun, lini belakang Roma yang dikomandoi bek tengah andalannya tampil disiplin dan memutus setiap peluang tuan rumah.
Petaka bagi Verona datang di menit-menit akhir. Serangan balik cepat Roma berhasil digandakan menjadi 2-0. Gol ini sekaligus mematikan harapan Verona untuk mencuri poin di kandang sendiri.
“Kami tampil solid dan fokus sejak peluit pertama dibunyikan. Ini hasil kerja keras seluruh tim,” ujar pelatih Roma dalam konferensi pers usai pertandingan. Ia juga menekankan pentingnya konsistensi untuk bersaing di Liga Champions nanti.
Tambahan tiga poin membawa Roma mengoleksi 74 poin, unggul dua angka dari pesaing terdekatnya di posisi keempat. Hasil ini memastikan mereka finis di peringkat ketiga, hanya di bawah Juventus dan Inter Milan yang menjadi juara dan runner-up.
Dengan hasil ini, Roma dipastikan akan bergabung dalam undian fase grup Liga Champions musim depan. Sementara bagi Verona, kekalahan ini membuat mereka harus puas bertahan di Serie A tanpa tiket ke kompetisi Eropa.