ROTE — Nihi Rote & Hospitality Academy hadir dengan konsep yang berbeda dari resor pada umumnya. Properti ini tidak hanya menyediakan 21 unit vila privat dengan kolam renang pribadi dan pemandangan laut, tetapi juga menjadikan akademi perhotelan sebagai jantung operasionalnya. Para tamu akan melakukan proses check-in langsung di akademi tersebut, bukan di meja resepsionis biasa.
Kehadiran resor ini memberikan dampak nyata bagi generasi muda di NTT. Akademi perhotelan yang menjadi inti dari kawasan ini dirancang untuk memberikan pelatihan standar internasional, dengan porsi praktik yang lebih besar dibandingkan teori di kelas. Para siswa tidak hanya berasal dari Pulau Rote, tetapi juga mencakup peserta dari negara tetangga, Timor-Leste.
Menariknya, keikutsertaan siswa dari Timor-Leste ini mendapat dukungan khusus dari José Ramos-Horta, peraih Nobel Perdamaian yang kini menjabat sebagai Presiden Timor-Leste. Para peserta didik dilibatkan langsung dalam operasional harian resor, mulai dari layanan kuliner, manajemen kamar, hingga penerapan praktik keberlanjutan lingkungan.
Nihi Rote tidak sekadar mengejar keuntungan pariwisata. Para pengunjung diajak untuk terlibat aktif dalam kegiatan sosial yang bermanfaat bagi warga sekitar. Aktivitas yang ditawarkan mencakup mengajar bahasa Inggris kepada anak-anak, membantu program penyediaan makan siang di sekolah, hingga berpartisipasi dalam olahraga bersama pemuda setempat.
Konsep ini merupakan saudara dari Nihi Sumba, sebuah destinasi wellness dan selancar yang telah meraih reputasi global lewat program kemanusiaan dari Sumba Foundation. Desain bangunan resor di Rote pun menggunakan teknik khas setempat dengan atap daun kelapa dan ukiran kayu tangan yang artistik.
Pengembangan proyek ini mendapat dukungan penuh dari Michael Schwab, seorang investor sekaligus peselancar yang memiliki visi besar untuk membuka peluang karier bagi pemuda di NTT. Sementara itu, James McBride, selaku CEO dan salah satu pendiri Nihi Hotels, menyatakan bahwa prioritas utama perusahaan adalah pengembangan akademi yang akan terus berlanjut seiring waktu.
Melalui pendekatan yang seimbang antara kemewahan dan pemberdayaan, Nihi Rote berupaya membuktikan bahwa industri pariwisata kelas atas dapat berjalan selaras dengan pelestarian budaya dan pengembangan ekonomi rakyat. Konsep ini diharapkan menjadi tolok ukur baru bagi industri hospitality di wilayah Indonesia Timur.
Meskipun belum ada angka pasti yang dirilis, akademi ini dipastikan akan menyerap tenaga kerja lokal dalam jumlah signifikan. Dengan melibatkan siswa dalam operasional harian, resor ini secara tidak langsung menciptakan lapangan kerja bagi pemuda Rote dan sekitarnya. Para tamu juga dapat menikmati pengalaman berselancar, berperahu, serta mencicipi kuliner laut yang diolah dari bahan-bahan berkelanjutan selama menginap.