KUPANG — Dua jembatan utama penghubung di Desa Manubelon, Kecamatan Amfoang Barat Daya, Kabupaten Kupang, NTT, sudah tidak berfungsi selama hampir tiga tahun. Kondisi itu membuat akses warga ke pusat kecamatan dan kota kabupaten terputus, terutama saat musim hujan.
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dijadwalkan meninjau langsung Jembatan Termanu dan Kapsali yang ambruk total. Selain itu, rombongan juga akan melihat kondisi jalan rusak di kawasan tersebut. Informasi dari mahasiswa setempat menyebutkan, helikopter yang membawa Wapres akan mendarat di lapangan SD Inpres Oelamopu.
"Beliau direncanakan datang melihat langsung kondisi jalan dan jembatan di Amfoang Barat Daya hari ini," ujar mahasiswa asal Amfoang, Seprianus Bani, saat dihubungi detikBali, Jumat (22/5/2026).
Seprianus menjelaskan, putusnya dua jembatan utama membuat masyarakat Amfoang terisolasi bertahun-tahun. Aktivitas ekonomi lumpuh karena distribusi barang dari luar daerah terhambat. Warga yang hendak berobat ke puskesmas atau ke rumah sakit di Kota Kupang harus menempuh jalur alternatif yang jauh lebih panjang dan berbahaya.
"Kami mahasiswa asal Amfoang menuntut pemerintah untuk membangun jalan, jembatan, hingga pemerataan akses kesehatan dan pendidikan," kata Seprianus.
Seprianus menuturkan, warga dan mahasiswa Amfoang sudah melakukan persiapan sejak Kamis (21/5) malam. Tim dari Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) juga telah melakukan survei ke sejumlah titik yang akan dikunjungi, termasuk lokasi pendaratan helikopter di lapangan SD Inpres Oelamopu.
"Tadi malam kami semua mahasiswa dengan Paspampres datang langsung survei lokasi-lokasi yang dikunjungi, termasuk lapangan untuk helikopter bisa mendarat," imbuh Seprianus.
Hingga berita ini ditulis, belum ada kepastian jadwal pembangunan kembali Jembatan Termanu dan Kapsali. Kunjungan Wakil Presiden Gibran kali ini diharapkan menjadi titik terang bagi warga Amfoang yang sudah bertahun-tahun menanti perbaikan infrastruktur dasar.