KUPANG - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur menggelar Lomba Gerak Jalan Indah Sedaratan Timor dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) Tahun 2026. Kegiatan yang dipusatkan di jantung Kota Kupang ini menjadi momentum penting dalam penguatan karakter generasi muda melalui semangat kedisiplinan dan kerja sama tim.
Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur, Johni Asadoma, secara resmi melepas para peserta lomba di Jalan El Tari, Kupang, pada Kamis (30/4/2026) sore. Dalam arahannya, Wagub Johni menekankan bahwa esensi dari perlombaan ini bukan sekadar ajang unjuk kebolehan fisik atau kerapian seragam, melainkan sebuah wadah persemaian nilai-nilai luhur bagi para siswa.
Menurut Wagub Johni, nilai kerja sama, kedisiplinan, dan mentalitas positif merupakan pondasi utama dalam membentuk karakter generasi muda NTT yang humanis. Ia berharap melalui gerak jalan ini, para siswa dapat mengimplementasikan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam menempuh jenjang pendidikan.
“Mudah-mudahan tahun depan peserta bisa mencapai 30 tim. Saya berharap kegiatan ini semakin meriah dan inklusif, sehingga semua pihak merasa terlibat dalam pembangunan pendidikan yang merupakan fondasi utama bangsa," ujar Johni Asadoma saat memberikan sambutan di lokasi pembukaan.
Lomba yang diinisiasi oleh PGRI Provinsi NTT ini menempuh rute strategis, dimulai dari Jalan El Tari, melintasi Gereja Anugerah, dan mencapai garis finish di Jalan Palapa, tepat di depan NTT Mart. Kehadiran Gubernur NTT, Melki Laka Lena, di garis finish untuk menyambut langsung para peserta menunjukkan dukungan penuh jajaran eksekutif terhadap program-program kependidikan di daerah.
Menariknya, peringatan Hardiknas kali ini tidak hanya berfokus pada aspek perlombaan. Panitia bekerja sama dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) NTT menghadirkan pasar sembako murah di area NTT Mart, Jalan Palapa. Kehadiran pasar murah ini menjadi nilai tambah bagi masyarakat sekitar yang datang untuk menyaksikan perlombaan sekaligus berbelanja kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.
Ketua Panitia, Jesica Sonabella Sodakain, dalam laporannya menyebutkan bahwa kompetisi tahun ini diikuti oleh 16 peserta yang berasal dari jenjang SMA dan SMK se-Kota Kupang. Suasana perlombaan semakin semarak dengan penampilan memukau marching band dari SMA Negeri 6 Kupang dan SMA Negeri 7 Kupang yang mengiringi langkah para peserta di sepanjang rute.
Di hadapan para undangan dan peserta, Wakil Gubernur Johni Asadoma juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada PGRI Provinsi NTT atas terselenggaranya kegiatan ini. Ia mendorong Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT untuk terus memberikan dukungan teknis maupun moril agar partisipasi sekolah dalam kegiatan serupa dapat meningkat secara signifikan di masa mendatang.
Secara khusus, Wagub Johni menitipkan pesan mendalam mengenai peran tenaga pendidik. Ia menyampaikan terima kasih atas dedikasi para guru yang telah mengabdi tanpa lelah dalam mendidik generasi penerus bangsa di NTT. Kepada para siswa, ia mengingatkan bahwa penghormatan kepada guru adalah kunci kesuksesan.
"Pada kesempatan ini, saya berpesan kepada seluruh siswa agar senantiasa menghormati guru sebagai kunci utama meraih kesuksesan di masa depan. Selamat berkompetisi, semoga kegiatan ini membangkitkan semangat kita dalam menyambut peringatan Hari Pendidikan Nasional," tutur Wagub Johni menutup arahannya.
Acara ini turut dihadiri oleh sejumlah pejabat penting di lingkup Pemprov NTT, di antaranya Ketua BPH PGRI NTT Samuel Haning, Staf Ahli Gubernur Bidang Politik dan Pemerintahan Petrus Seran Tahuk, Asisten Administrasi Umum Setda NTT Yohanes Oktovianus, Plt. Kepala Biro Administrasi Pimpinan Lerry Rupidara, serta Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTT Ambrosius Kodo. Kehadiran para pejabat ini menegaskan komitmen kolektif pemerintah daerah dalam memajukan kualitas pendidikan di Nusa Tenggara Timur.