Kementerian Pekerjaan Umum (PU) memobilisasi tambahan peralatan dari Lombok untuk memperkuat layanan air minum dan sanitasi bagi 2.623 warga yang mengungsi di dua posko terpusat di Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai, NTT. Langkah ini diambil menyusul gempa bumi 15 Agustus 2026 yang memaksa warga bertahan di Posko Golo Conggo dan Posko Barangkolong.
JAKARTA — Dua posko pengungsian di Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), masih menampung ribuan warga terdampak gempa. Posko Golo Conggo menampung 1.111 jiwa, sementara Posko Barangkolong menampung 1.512 jiwa. Kementerian Pekerjaan Umum (PU) memastikan kebutuhan dasar air minum dan sanitasi di kedua lokasi terus dipenuhi.
Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat menjadi prioritas dalam penanganan pascabencana. "Kementerian PU terus memperkuat dukungan di lapangan untuk memastikan kebutuhan air minum dan sanitasi masyarakat terdampak dapat terpenuhi. Sarana yang ada kami optimalkan dan peralatan tambahan segera dimobilisasi sesuai kebutuhan di lapangan," ujarnya dalam keterangan resmi di Jakarta, Sabtu.
Pasokan Air dari PDAM dan Unit Pengolahan Air
Sejak gempa 15 Agustus 2026, pelayanan air minum di kedua posko mengandalkan unit pengolahan air (HU) milik Pertamina dan Brimob. Sebanyak lima unit HU berkapasitas 1.000 liter per unit telah beroperasi untuk memenuhi kebutuhan warga.
Distribusi air juga dibantu tiga unit mobil tangki air (MTA) milik PDAM Komodo. Sumber air berasal dari SPAM IKK Reok yang merupakan sistem eksisting. Kementerian PU berkoordinasi dengan unsur terkait agar distribusi air berjalan sesuai kebutuhan di lapangan.
Peralatan Tambahan Dikirim dari Lombok
Untuk meningkatkan kapasitas pelayanan, Kementerian PU memobilisasi peralatan tambahan dari Lombok menuju Reok. Perlengkapan yang dikirim meliputi empat unit MTA, satu mobil vakum, dan satu dump truck.
Selain itu, lima set unit pengolahan air, dua unit portable MCK, dan satu unit Biority disiapkan untuk memperkuat layanan sanitasi di lokasi pengungsian. Peralatan tersebut diperkirakan tiba di Reok pada Minggu malam (23/8/2026) dan langsung ditempatkan di dua posko pengungsian.
Sanitasi Darurat Masih Andalkan MCK Warga
Saat ini, warga pengungsi masih menggunakan MCK darurat dan MCK milik warga sekitar. Penambahan portable MCK dan mobil vakum diharapkan meningkatkan kapasitas pelayanan sanitasi sekaligus mendukung pengelolaan limbah di kawasan pengungsian.
Kementerian PU akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, PDAM, BNPB, TNI-Polri, dan unsur terkait lainnya. Koordinasi ini dilakukan untuk memastikan pelayanan air minum dan sanitasi bagi masyarakat terdampak berjalan selama masa tanggap darurat.