KUPANG — Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus menyatakan pengoperasian kembali TBBM Reo di Kabupaten Manggarai, NTT, masih bergantung pada hasil uji struktur dermaga. Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, mengatakan tes ini krusial untuk memastikan dermaga mampu menahan sandaran kapal-kapal besar pengangkut BBM.
“Untuk TBBM Reo kita masih menunggu pengetasan struktur kekuatan dermaga untuk menerima pembongkaran BBM dari kapal, pascagempa pada tanggal 15 Agustus lalu,” kata Ahad di Kupang, Kamis.
Mengapa Uji Struktur Dermaga Menjadi Prioritas Utama?
Langkah ini diambil sebagai langkah preventif menyusul aktivitas gempa susulan yang masih terus terjadi. Pertamina tidak ingin mengambil risiko saat kapal dengan tonase besar tengah melakukan bongkar muat.
“Kita tidak ingin, pada saat kapal sandar dermaganya malah ambruk atau roboh. Saat ini kami masih menunggu hasil tesnya, dan jika diperlukan perbaikan akan diperbaiki,” tambah Ahad.
Alih Suplai dari TBBM Flores dan Bima untuk Tutupi Kebutuhan
Untuk memastikan stok aman selama proses pengetesan berlangsung, Pertamina mengaktifkan jalur distribusi alternatif. Wilayah Reo dan sekitarnya kini dipasok dari seluruh TBBM yang tersebar di Pulau Flores.
Sementara itu, kebutuhan BBM dan Avtur di Labuan Bajo yang merupakan pintu masuk wisata super prioritas, dipasok dari Bima, Nusa Tenggara Barat. Sebanyak 16 mobil tangki berkapasitas 15 kiloliter telah tiba di Labuan Bajo pada Rabu (19/8) kemarin untuk memperkuat pendistribusian.
Kapan TBBM Reo Kembali Beroperasi?
Hingga saat ini, Pertamina belum bisa memastikan jadwal pasti pengoperasian kembali TBBM Reo. Kepastian baru akan diberikan setelah hasil uji struktur dermaga keluar dan dievaluasi.
Ahad memastikan, seluruh rangkaian alih suplai ini dilakukan demi menjaga harga dan ketersediaan BBM tetap normal di tengah kondisi darurat bencana. Masyarakat diimbau tidak panik dan melakukan pembelian secara wajar, karena stok dipastikan aman hingga situasi kembali kondusif.