Pencarian

Gempa M 7,7 di Manggarai Timur: Warga Elar dan Lamba Leda Timur Masih Mengungsi Mandiri, Bantuan Belum Tembus ke Pelosok

Senin, 17 Agustus 2026 • 16:13:01 WIB
Gempa M 7,7 di Manggarai Timur: Warga Elar dan Lamba Leda Timur Masih Mengungsi Mandiri, Bantuan Belum Tembus ke Pelosok
Warga mengungsi mandiri di lapangan terbuka Kecamatan Elar, Manggarai Timur, usai gempa M 7,7 yang merusak rumah mereka.

BORONG — Dampak gempa bumi magnitudo 7,7 yang memporak-porandakan wilayah Flores masih terasa berat bagi warga di sejumlah kecamatan terpencil Kabupaten Manggarai Timur. Di tengah proses pendataan yang masih berjalan oleh petugas gabungan, warga di Kecamatan Elar dan Lamba Leda Timur justru mengaku belum menerima bantuan apa pun dan memilih melakukan evakuasi mandiri ke lapangan terbuka.

Ejhi Serlenso, warga Kecamatan Elar, mengatakan gempa yang terjadi membuat banyak rumah warga rusak dan fasilitas umum ikut terdampak. Sebagian warga bahkan mengalami luka-luka akibat tertimpa material bangunan saat berusaha menyelamatkan diri.

"Meski kerusakan meluas, hingga kini belum ada bantuan yang sampai ke tangan warga," kata Ejhi kepada Ekorantt.com.

Kebutuhan Mendesak: Makanan, Air Bersih, dan Tenda

Ejhi menjelaskan, warga yang mengungsi kini sangat membutuhkan logistik dasar untuk bertahan. Ia merinci kebutuhan paling mendesak yang harus segera dipenuhi oleh pemerintah daerah maupun provinsi.

"Saat ini kebutuhan yang paling mendesak adalah makanan, air bersih, tenda, perlengkapan tidur, serta kebutuhan khusus bagi bayi dan anak-anak," ungkapnya.

Selain sandang dan pangan, warga juga membutuhkan dukungan material untuk memperbaiki rumah mereka yang rusak akibat guncangan.

Kritik Warga: Jangan Cuma Kirim Perintah Lewat Grup WhatsApp

Ejhi menekankan bahwa pemerintah tidak cukup hanya mengeluarkan imbauan atau perintah dari jauh. Ia mendesak agar aparat turun langsung ke pelosok desa untuk melihat kondisi faktual di lapangan.

"Pemerintah harus turun langsung ke pelosok-pelosok desa. Jangan hanya memberi perintah lewat grup pesan. Di sini jaringan tidak ada dan listrik mati. Akibatnya, informasi jadi sangat lambat sampai ke kami," tegasnya.

Senada dengan Ejhi, Yoseph Sudirman, warga Lamba Leda Timur, juga mengaku belum menerima bantuan apapun dari pemerintah maupun pihak swasta. Padahal, dampak gempa di wilayahnya sangat serius dengan puluhan rumah warga mengalami rusak parah.

Data Korban Terbaru: 53 Meninggal Dunia di NTT

Berdasarkan data sementara Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang dihimpun pada Minggu, 16 Agustus pukul 16.00 WIB, total korban meninggal dunia akibat gempa di NTT mencapai 53 orang. Dari jumlah tersebut, Kabupaten Manggarai Timur tercatat sebagai daerah dengan korban jiwa terbanyak, yakni 20 orang.

Selain korban jiwa, gempa juga menyebabkan 31 orang luka berat dan 88 orang luka ringan di wilayah Provinsi NTT. Ribuan unit rumah dipastikan mengalami kerusakan mulai dari rusak ringan hingga rusak berat, dan petugas masih terus melakukan pendataan di lapangan.

Hingga berita ini diturunkan, warga di Kecamatan Elar dan Lamba Leda Timur masih bertahan di tenda-tenda darurat yang mereka dirikan sendiri di pinggir jalan maupun di lapangan terbuka sebagai antisipasi terjadinya gempa susulan.

Follow halokupang.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: ekorantt.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks