NUSA TENGGARA TIMUR — Malaysia melangkah ke babak empat besar dengan status underdog setelah dianggap tidak diperhitungkan sejak fase grup. Aguero menegaskan bahwa ejekan tersebut justru semakin menguatkan tekad skuadnya untuk tampil maksimal dan menembus partai puncak.
Motivasi dari Hinaan untuk Bangkit
"Kami bangga dengan apa yang telah kami raih. Kami diremehkan dan tidak ada yang menyangka kami bisa mencapai semifinal," kata Aguero dilansir dari media Vietnam, VN Express, Kamis (13/8).
Pemain kelahiran Argentina itu menambahkan bahwa ia dan rekan setimnya memilih untuk tidak memedulikan cibiran tersebut. "Mereka menyebut kami 'Tim C'. Kami tidak peduli, sebaliknya kami berlatih keras dan membuktikan diri dengan hasil di lapangan," ucapnya.
Menatap Laga 180 Menit yang Menentukan
Dengan 19 caps dan tiga gol untuk Harimau Malaya, Aguero mengakui kualitas Vietnam yang dihuni pemain kelas atas dan dijagokan sebagai kandidat kuat juara. Namun, ia yakin peluang tetap terbuka lebar.
"Vietnam kuat dan memiliki skuad kelas atas, tetapi apa pun bisa terjadi setelah 180 menit. Saya percaya tim Malaysia ini dapat memberikan kejutan," ujarnya sambil menegaskan target utamanya adalah mencapai final.
Krisis Pemain Jelang Laga Kandang
Meski percaya diri, Malaysia dipastikan tidak akan tampil dengan kekuatan penuh. Enam pemain dikhawatirkan absen saat menjamu The Golden Stars Warriors, dengan tiga di antaranya belum bergabung hingga Kamis (13/8).
Tiga pemain kunci, Endrick Dos Santos, Jimmy Raymond, dan Engku Nur Shakir, masih belum bisa memperkuat tim. Hingga saat ini, hanya 16 pemain yang dikonfirmasi dalam kondisi prima dan siap diturunkan.
Pelatih Malaysia, Tan Cheng Hoe, tetap optimistis menghadapi situasi ini. Ia percaya dukungan publik di kandang sendiri akan menjadi faktor pembeda bagi performa anak asuhnya.