KUPANG — Kompetisi yang berlangsung 15 hingga 18 September 2026 itu berakhir dengan duel sesama pelajar Rote Ndao di babak final. Tim C SMA Kristen Indonesia Sejahtera mengumpulkan 1.450 poin dan berhak atas piala serta uang pembinaan Rp8 juta. Tim B dari sekolah yang sama mengoleksi 1.400 poin dengan hadiah piala dan uang pembinaan Rp7 juta.
Posisi ketiga diraih SMA Katolik Frateran Ndao dengan 1.100 poin. Sementara SMA Negeri 1 Atambua menempati posisi keempat dengan 650 poin.
Final mempertemukan dua tim dari SMA Kristen Indonesia Sejahtera, sehingga persaingan juara justru terjadi di antara pelajar satu sekolah. Selisih 50 poin menentukan siapa yang naik ke podium tertinggi.
Seorang siswa mengaku lawan terberat datang dari sekolahnya sendiri. "Lawan kami adalah dari sekolah kami sendiri yang justru menjadi lawan terberat," ungkapnya.
Sekolah mengirimkan tiga tim dan seluruhnya berhasil menembus babak semifinal. Guru pembimbing Ramly Kornelis Tupu menyebut capaian itu buah dari kerja keras dan ketekunan siswa.
"Kami sangat senang dan bersyukur karena anak-anak bisa mencapai sejauh ini," kata Ramly.
Persiapan dilakukan lewat les tambahan untuk memperkuat penguasaan materi sekaligus membangun kepercayaan diri peserta. Tantangan bertambah karena sebagian peserta masih duduk di kelas XI, sementara materi perlombaan banyak mencakup bahan kelas XII.
Para juara mengajak siswa lain berani mencoba dan tidak takut menghadapi kegagalan. "Jangan takut gagal, jangan takut mencoba, tetap andalkan Tuhan dan usahakan yang terbaik," pesan mereka.
Lomba mengusung tema Quiz Competition as a Forum for Developing a Critical, Innovative and Competitive Generation of Chemists. Prestasi ini menegaskan kemampuan pelajar Rote Ndao bersaing di kompetisi akademik tingkat Provinsi NTT.