Radio Republik Indonesia (RRI) Kupang bersama Rumah Musik Siloam (RMS) menggelar Konser Amal Merah Putih pada 26-27 Agustus 2026. Kegiatan ini bertujuan menggalang dana bagi warga Pulau Flores yang terdampak gempa bumi, sekaligus memperingati HUT ke-81 RRI.
KUPANG — Panggung amal di Kota Kupang akan berubah menjadi ruang solidaritas untuk saudara-saudara di Flores. RRI Kupang berkolaborasi dengan Rumah Musik Siloam (RMS) menggelar Konser Amal Merah Putih selama dua hari, 26-27 Agustus 2026.
Ketua Dewan Pengawas LPP RRI, Anwar Mujahid Adhy Trisnanto, menegaskan bahwa inti dari kegiatan ini bukan sekadar nominal yang terkumpul. "Kita tergerak untuk melakukan sesuatu, betapapun kecilnya dana yang nanti terhimpun. Saya menganggap bahwa hati yang tergerak itu jauh lebih penting daripada dana yang terhimpun," ujarnya di Kupang, Rabu.
Anwar menyebut konser ini adalah wujud nyata kehadiran RRI sebagai lembaga penyiaran publik di tengah masyarakat. Ia mengajak publik untuk berpartisipasi, setidaknya dengan doa bagi para korban.
"Mudah-mudahan malam ini kita mampu menggerakkan hati-hati mereka yang punya kepedulian untuk minimal mendoakan saudara-saudara kita di Flores," kata Anwar. Menurutnya, ukuran keberhasilan acara ini adalah banyaknya orang yang tergerak, bukan hanya jumlah rupiah yang masuk.
Di sisi lain, Ketua Yayasan Karya Musik Siloam, Adriana Bunna Kalla, melihat kolaborasi ini sebagai momentum strategis. Panggung konser tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga sarana mendidik generasi muda tentang nilai berbagi.
"RRI Kupang adalah mitra kami. Panggung ini menjadi kekuatan bagi kami di NTT, khususnya Kota Kupang, untuk kembali menyiapkan anak-anak NTT dalam talenta-talenta yang Tuhan titip bagi mereka," ungkap Adriana.
Ia menambahkan, pendidikan seni sejak dini di RMS selalu diarahkan untuk membentuk karakter peduli. "Mendidik anak-anak dari usia kecil agar mereka tahu apa arti memberi dan apa arti mengasihi. Itulah moto kami," tegasnya.
Konser Amal Merah Putih ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan ulang tahun RRI yang lahir pada 11 September 1945. Keterlibatan publik dalam acara ini menjadi bukti bahwa RRI tetap relevan dan bekerja bersama komunitas.
Adriana berharap kerja sama ini berkelanjutan, tidak hanya untuk tanggap bencana. Ia optimistis kolaborasi ini mampu melahirkan generasi pencinta seni berprestasi yang mengharumkan nama NTT di tingkat nasional maupun internasional.
Bagi warga Kupang dan sekitarnya, konser ini menjadi undangan terbuka untuk hadir dan menunjukkan solidaritas. Setiap kehadiran dan donasi, sekecil apa pun, adalah energi bagi pemulihan warga Flores.