KUPANG — Lambertus Laba Hurek mengembuskan napas terakhir di salah satu rumah sakit swasta di Kota Kupang, Minggu (23/8/2026). Pria kelahiran Mawa, Kabupaten Lembata, 22 Oktober 1960, itu meninggalkan jejak pengabdian panjang yang membentang dari ruang kelas hingga pengurus koperasi.
Semasa hidupnya, Lambertus dikenal sebagai aparatur sipil negara dengan pangkat terakhir Pembina, golongan ruang IV/a. Namun, pengabdiannya tidak berhenti di meja kerja. Sejak 2005, ia aktif menggerakkan pendidikan nonformal melalui Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) hingga akhir hayatnya.
Kiprah Lambertus di bidang pendidikan masyarakat tidak bisa dilepaskan dari gerakan literasi. Sejak 2018, ia terlibat aktif dalam Forum Taman Bacaan Masyarakat Provinsi NTT dan dipercaya menjadi instruktur serta narasumber dalam berbagai kegiatan pendidikan masyarakat.
Di luar pendidikan dan literasi, Lambertus juga lama berkecimpung dalam gerakan koperasi. Ia tercatat sebagai anggota pengawas Koperasi SamiJaya pada periode 2012–2018, kemudian dipercaya menjadi Ketua Pengawas pada 2019–2021 dan kembali pada 2022–2024. Sejak 2025 hingga akhir hayatnya, ia menjabat sebagai Wakil Ketua Koperasi SamiJaya dan kembali dipercaya sebagai Wakil Ketua I yang membidangi pendidikan untuk periode 2026–2030.
Pengalaman Lambertus juga menjangkau bidang penjaminan mutu pendidikan. Sejak 2016 hingga 2026, ia tercatat sebagai asesor Badan Akreditasi Nasional Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Nonformal (BAN PAUD dan PNF).
Rentang waktu satu dekade tersebut menunjukkan konsistensinya dalam memastikan mutu layanan pendidikan nonformal di daerah. Baginya, pendidikan adalah ruang untuk terus memberi kesempatan belajar kepada masyarakat, bukan sekadar tugas kedinasan.
Lambertus Laba Hurek meninggalkan empat anak, tiga menantu, dan empat cucu. Kepergiannya dirasakan bukan hanya oleh keluarga, tetapi juga rekan kerja, pendidik, pegiat literasi, dan insan koperasi yang pernah bekerja bersamanya.
Almarhum yang berdomisili di Kelurahan Kayu Putih, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang, meninggalkan warisan berupa pengalaman, pengetahuan, dan kerja pelayanan yang telah diberikan selama puluhan tahun. Jejak pengabdiannya menjadi bagian dari perjalanan pendidikan masyarakat di Nusa Tenggara Timur.
Semoga almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa dan keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan serta penghiburan.