Pertamina Patra Niaga Dirikan Posko Medis Gratis 24 Jam untuk Warga Terdampak Gempa di Reok Manggarai NTT

Penulis: Chandra Kusuma  •  Senin, 24 Agustus 2026 | 13:06:02 WIB
Tim medis Pertamina Patra Niaga melayani warga terdampak gempa di Posko Kesehatan Gratis Lapangan Golo Conggo, Reok, Manggarai, NTT.

PT Pertamina Patra Niaga mendirikan posko layanan medis gratis yang beroperasi 24 jam penuh bagi warga terdampak gempa di Lapangan Golo Conggo, Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur. Posko yang berdiri sejak Jumat (21/8/2026) ini telah melayani lebih dari 200 warga dengan beragam keluhan penyakit pascabencana.

MANGGARAI — Tim medis gabungan dari Pertamina Patra Niaga dan Indonesia Healthcare Corporation (IHC) turun langsung melayani warga di lokasi pengungsian. Lebih dari 200 warga Reok telah mendapatkan penanganan kesehatan gratis sejak posko beroperasi, dengan keluhan dominan berupa infeksi saluran pernapasan atas (ISPA), demam, sakit lambung, hingga nyeri tulang belakang.

Layanan Rawat Inap dan Penanganan Kesehatan Mental

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Roberth MV Dumatubun mengatakan posko kesehatan ini tidak hanya melayani pengobatan ringan, tetapi juga menyediakan fasilitas rawat inap bagi masyarakat yang membutuhkan penanganan medis lebih lanjut.

"Didirikan pada Jumat (21/8/2026), posko ini beroperasi 24 jam penuh untuk melayani korban bencana maupun masyarakat umum di sekitar area pengungsian," kata Roberth dalam keterangannya di Jakarta, Senin.

Tim medis yang bertugas terdiri dari dokter, perawat, serta tenaga logistik farmasi. Mereka berkolaborasi dengan tenaga kesehatan setempat untuk memastikan layanan kesehatan tetap berjalan optimal selama masa pemulihan.

Keluhan Warga: ISPA Hingga Tekanan Darah Tinggi

dr Dafa Fatihada, tenaga medis IHC yang bertugas di posko, mengungkapkan dalam sehari posko ini mampu menangani hingga 150 pasien. Seluruh keluhan masyarakat sejauh ini dapat tertangani dengan baik.

"Untuk hari ini, kami sudah menangani sekitar 150 pasien dari pagi hingga sore hari. Alhamdulillah, sejauh ini semua keluhan masyarakat dapat tertangani dengan baik," tutur Dafa.

Yesi Dwi, warga Reok yang mengungsi akibat gempa, datang dengan keluhan sakit tenggorokan serta nyeri dari tengkuk hingga pinggang. Ia mengaku tenaga medis juga memerhatikan kesehatan mental para pengungsi, bukan hanya penyakit fisik.

"Pelayanannya sangat baik. Dokternya ramah dan perhatian saat saya bertanya," ungkapnya.

Harapan Warga: Posko Bertahan untuk Balita dan Lansia

Nanang Kasim, warga terdampak lainnya, datang dengan keluhan demam, batuk berdahak, serta tekanan darah tinggi. Ia bersyukur mendapatkan layanan kesehatan secara gratis di tengah situasi sulit pascabencana.

"Semoga keberadaan posko ini bisa membantu semua warga terkait masalah kesehatan, terutama untuk balita dan lansia," sebutnya.

Roberth menegaskan pendirian posko ini merupakan langkah konkret perusahaan untuk hadir langsung di tengah masyarakat. Pertamina ingin memastikan kondisi kesehatan warga tetap terjaga selama masa pemulihan pascagempa.

"Kami menyadari bahwa pascabencana gempa, kebutuhan dasar seperti layanan kesehatan menjadi prioritas utama bagi warga terdampak," ujar Roberth.

Reporter: Chandra Kusuma
Sumber: kupang.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top