Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menyalurkan bantuan perangkat Starlink ke Posko Gabungan Tanggap Darurat Bencana Gempa Flores di Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis (20/8/2026). Bantuan ini diprioritaskan untuk memastikan layanan komunikasi tetap berjalan di posko penanganan bencana dan RSUD Aeramo yang menangani korban gempa berkekuatan magnitudo 7,7.
NAGEO — Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) memastikan dukungan konektivitas internet hadir di tengah masa tanggap darurat bencana gempa bumi yang mengguncang wilayah Flores. Bantuan berupa perangkat Starlink telah disalurkan ke dua lokasi krusial di Kabupaten Nagekeo, NTT, yakni Posko Gabungan Tanggap Darurat Bencana Gempa Flores pada Kamis (20/8/2026) dan RSUD Aeramo pada Rabu (19/8/2026).
Langkah ini diambil untuk menjamin koordinasi penanganan bencana dan pelayanan kesehatan bagi warga terdampak tidak terputus, terutama ketika jaringan komunikasi konvensional mengalami gangguan akibat bencana.
Wakil Menteri Komdigi, Angga, menegaskan bahwa kehadiran perangkat Starlink bukan sekadar pemulihan layanan internet, melainkan kebutuhan dasar dalam situasi darurat. Komunikasi yang stabil menjadi tulang punggung bagi petugas kesehatan dan tim penanganan bencana di lapangan.
"Dalam situasi darurat seperti ini, komunikasi harus tetap terhubung. Karena itu, kami berupaya memastikan dukungan konektivitas dapat hadir di lokasi-lokasi yang membutuhkan, khususnya posko penanganan bencana dan fasilitas kesehatan," ujar Angga dalam keterangan resminya.
RSUD Aeramo menjadi salah satu fasilitas kesehatan yang paling vital dalam penanganan masyarakat terdampak gempa. Dengan adanya akses internet satelit, rumah sakit ini diharapkan mampu menjalankan pelayanan medis dan koordinasi rujukan secara lebih optimal.
Gempa bumi yang menggunakan wilayah Flores pada 15 Agustus 2026 itu tercatat memiliki magnitudo 7,7. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memutakhirkan parameter gempa dengan episenter berada sekitar 30 kilometer timur laut Nagekeo.
Guncangan berdampak pada sejumlah wilayah di NTT, memaksa pemerintah bersama berbagai unsur untuk mengakselerasi penanganan dan pemulihan. Penguatan layanan kesehatan dan dukungan logistik menjadi fokus utama di tengah kondisi darurat ini.
Menurut Angga, dukungan teknologi harus dapat dirasakan langsung oleh masyarakat, terutama mereka yang tengah menghadapi situasi sulit akibat bencana. Ia menekankan bahwa pemerintah tidak akan berhenti pada penyaluran bantuan tahap awal ini.
"Yang paling penting adalah masyarakat tidak merasa sendiri. Pemerintah bersama seluruh unsur akan terus berupaya memberikan dukungan sesuai kebutuhan di lapangan. Semoga bantuan ini dapat memberikan manfaat dan membantu mempercepat proses penanganan serta pemulihan," tutup Angga.
Pemerintah berkomitmen mendorong kolaborasi dengan berbagai pihak agar bantuan yang diberikan benar-benar menjawab kebutuhan riil masyarakat di lokasi terdampak.