777 Ton Bantuan untuk Korban Gempa Flores NTT Sudah Dikirim Lewat Jalur Udara, 2.968 Tenda Keluarga Menyusul

Penulis: Bramantyo Wicaksono  •  Sabtu, 22 Agustus 2026 | 15:41:01 WIB
,7 ton bantuan logistik untuk korban gempa di NTT dikirim melalui jalur udara ke Labuan Bajo dan Maumere.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat total 777,7 ton bantuan logistik telah dikirim melalui jalur udara untuk warga terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) pada periode 15–21 Agustus. Pengiriman difokuskan ke dua titik utama, yakni Labuan Bajo dan Maumere, dengan prioritas pemenuhan kebutuhan hunian sementara bagi ribuan pengungsi.

JAKARTA — Gelombang bantuan untuk korban gempa di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), terus mengalir. BNPB melaporkan total distribusi logistik melalui jalur udara telah menembus angka 777,7 ton hingga Sabtu (22/8), dengan rincian 312,7 ton diangkut pesawat TNI Angkatan Udara dan 465 ton sisanya melalui pesawat kargo komersial menggunakan Dana Siap Pakai (DSP).

Dua kantong distribusi utama yang menjadi prioritas adalah Labuan Bajo dan Maumere. Keduanya merupakan wilayah dengan dampak kerusakan terparah akibat gempa yang mengguncang Pulau Flores beberapa waktu terakhir.

2.968 Tenda Keluarga Dikirim untuk Hunian Pengungsi

Kebutuhan tempat tinggal sementara menjadi fokus utama dalam pengiriman tahap ini. Pada Jumat (21/8), sebanyak 245 unit tenda pengungsi telah diberangkatkan, dengan rincian 201 unit menuju Labuan Bajo dan 44 unit menuju Maumere.

Selain tenda pengungsi, BNPB juga mengirimkan 2.968 unit tenda keluarga. Sebanyak 2.332 unit di antaranya dialokasikan untuk Labuan Bajo, sementara 636 unit lainnya ditujukan ke Maumere. Pengiriman ini diharapkan mampu mempercepat pemulihan kondisi sosial warga yang kehilangan tempat tinggal.

Gudang Logistik Halim Masih Menyimpan 577 Ton Bantuan

Distribusi ke NTT masih akan berlanjut. Berdasarkan data per Jumat (21/8), persediaan bantuan di Gudang Pos Pendukung Logistik Nasional Halim Perdanakusuma, Jakarta, tercatat mencapai 576.948 kilogram atau sekitar 577 ton.

Stok tersebut merupakan akumulasi donasi dari berbagai kementerian/lembaga, TNI/Polri, pemerintah daerah, dunia usaha, hingga organisasi kemanusiaan. Bantuan yang menumpuk di gudang akan dikirim secara bertahap menyusul jadwal penerbangan yang telah disusun.

Empat Pesawat TNI AU Dikerahkan pada Sabtu (22/8)

Untuk mempercepat penyaluran, Lanud Halim Perdanakusuma menyiapkan empat sortie penerbangan menggunakan pesawat TNI Angkatan Udara pada Sabtu (22/8). Total kapasitas angkut yang disiapkan mencapai sekitar 47 ton untuk dua rute tujuan.

Rencana penerbangan per pukul 07.00 WIB menunjukkan satu unit Airbus A-4001 dengan kapasitas 22 ton akan terbang menuju Maumere. Dua pesawat Boeing lainnya, masing-masing dengan kapasitas 10 ton dan 5 ton, dijadwalkan menuju Labuan Bajo. Satu Boeing tambahan berkapasitas 10 ton kembali dialokasikan untuk Maumere.

Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan menegaskan bahwa pengiriman dilakukan secara bertahap untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat terdampak di NTT terpenuhi. "Bantuan tersebut disalurkan secara bertahap untuk mendukung pemenuhan kebutuhan masyarakat terdampak di wilayah NTT," ujarnya di Jakarta, Sabtu.

Reporter: Bramantyo Wicaksono
Sumber: kupang.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top