Pemerintah memastikan penanganan warga terdampak gempa bumi di Pulau Palue, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), tidak berhenti pada masa tanggap darurat. Kepala BNPB Suharyanto meninjau langsung kondisi terkini di Desa Ladolaka, di mana akses darat yang sempat terputus akibat longsor kini mulai bisa dilalui kembali.
SIKKA — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memastikan proses pemulihan kehidupan masyarakat Pulau Palue, Kabupaten Sikka, NTT, akan terus dikawal hingga warga bisa beraktivitas dengan aman dan perlahan meninggalkan trauma akibat gempa bumi yang terjadi pada Sabtu (15/8).
Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan menegaskan bahwa pemerintah bersama seluruh unsur terkait akan terus hadir memastikan kebutuhan masyarakat terpenuhi. "Pemulihan kehidupan masyarakat akan terus dikawal agar warga Pulau Palue dapat kembali beraktivitas dengan aman dan perlahan meninggalkan trauma akibat gempa," kata Berton di Jakarta, Sabtu.
Desa Ladolaka sebelumnya sempat mengalami keterisolasian akibat akses utama tertutup material longsor yang dipicu gempa. Namun, kondisi tersebut kini berangsur membaik setelah tiga unit ekskavator dikerahkan untuk membersihkan material longsor.
"Beberapa hari yang lalu jalur akses sudah bisa kita lalui setelah tiga alat berat dikerahkan. Akses yang sebelumnya tertutup longsor kini sudah mulai bisa dilewati," ujar Kepala BNPB Suharyanto saat meninjau lokasi.
Terbukanya akses darat menjadi langkah penting dalam mempercepat mobilisasi bantuan sekaligus mendukung aktivitas masyarakat di wilayah terdampak.
Di tengah proses pemulihan, sejumlah warga masih memilih mendirikan tenda secara mandiri di sekitar rumah sebagai tempat beristirahat sementara. Kekhawatiran itu tidak terlepas dari guncangan gempa susulan yang masih dirasakan masyarakat.
Pulau Palue merupakan salah satu wilayah yang merasakan dampak gempa cukup kuat karena lokasinya relatif dekat dengan pusat gempa. Akibatnya, sejumlah rumah warga mengalami kerusakan dengan tingkat yang beragam.
Kondisi psikologis warga menjadi perhatian khusus pemerintah. Dengan akses yang kini mulai terbuka dan dukungan yang terus mengalir, masyarakat Pulau Palue diharapkan dapat menatap masa depan dengan lebih tenang.