Gempa Guncang Nagekeo, Puluhan Warga Nangadhero Mengungsi ke Dataran Tinggi dan Bertahan di Tenda Darurat

Penulis: Endra Sanjaya  •  Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:48:01 WIB
Warga Desa Nangadhero mengungsi ke dataran tinggi dan bertahan di tenda darurat pascagempa di Nagekeo, NTT.

NAGEKEO — Kesedihan dan rasa takut masih menyelimuti puluhan warga Desa Nangadhero, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), setelah gempa mengguncang wilayah tersebut. Demi keselamatan, warga terpaksa meninggalkan rumah dan mengungsi ke lokasi yang lebih tinggi.

Rumah yang selama ini menjadi tempat berlindung kini harus ditinggalkan. Di tengah ketidakpastian, mereka hanya bisa bertahan di tenda-tenda darurat yang dibangun dengan keterbatasan.

Bertahan dengan Perlengkapan Seadanya di Lokasi Pengungsian

Di lokasi pengungsian, warga berusaha memenuhi kebutuhan hidup seadanya. Mereka membuat tempat penampungan air untuk kebutuhan sehari-hari. Namun, persoalan tidak berhenti di sana.

Ketika malam datang, suasana pengungsian berubah menjadi sunyi dan gelap. Minimnya penerangan membuat warga hanya mengandalkan senter untuk menerangi tenda dan lingkungan sekitar.

Anak-Anak Tidur di Tempat Seadanya, Orang Tua Menyimpan Kekhawatiran

Dalam kondisi seperti itu, rasa takut semakin terasa. Anak-anak harus tidur di tempat seadanya. Para orang tua harus berusaha tetap kuat, meski di dalam hati mereka menyimpan kekhawatiran tentang rumah, keluarga, serta masa depan yang belum jelas.

Belum ada informasi resmi mengenai jumlah pasti warga yang mengungsi maupun tingkat kerusakan bangunan akibat gempa tersebut. Warga berharap bantuan segera tiba, terutama kebutuhan dasar seperti makanan, air bersih, dan penerangan untuk meringankan beban selama masa pengungsian.

Reporter: Endra Sanjaya
Sumber: flobamora-news.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top