NAGEKEO — Tangis haru pecah di Desa Woedoa, Kecamatan Nangaroro, Kabupaten Nagekeo, NTT, saat tim kemanusiaan Yayasan Yusinta Ningsih Sejahtera (YNS) tiba, Jumat (21/8/2026). Rombongan yang datang langsung dari Pulau Timor itu menjadi pihak pertama dari luar desa yang menjenguk warga pascagempa.
Sejak gempa mengguncang Pulau Flores pada Sabtu (15/8/2026), perhatian yang diterima warga Desa Woedoa baru berasal dari Pemerintah Desa. Karena itu, kehadiran tim YNS menjadi momen yang sangat berarti bagi warga yang selama berhari-hari merasa terisolasi.
Anastasya Veronika, salah seorang warga, tak kuasa menahan air mata saat bertemu dengan tim YNS. Ia mengungkapkan rasa syukurnya karena akhirnya ada pihak dari luar yang datang melihat kondisi mereka secara langsung.
"Terima kasih karena tim YNS sudah jauh-jauh dari Pulau Timor datang dan melihat keadaan kami di sini. Sejak gempa terjadi, tidak ada yang datang melihat kami di sini selain pemerintah desa," ungkap Veronika dengan berlinang air mata.
Keterbatasan akses dan informasi menjadi persoalan utama yang dihadapi warga Desa Woedoa pascagempa. Kondisi ini membuat warga sangat bergantung pada bantuan dari luar, namun selama hampir sepekan tidak ada tim yang menjangkau lokasi mereka.
Kedatangan tim YNS dari Pulau Timor menjadi penanda bahwa perhatian terhadap korban gempa di daerah-daerah terpencil mulai mengalir. Warga berharap kunjungan ini menjadi pintu masuk bagi bantuan kemanusiaan lainnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi mengenai total kerusakan maupun jumlah warga yang terdampak di Desa Woedoa. Tim YNS dijadwalkan melakukan pendataan dan menyalurkan bantuan secara bertahap kepada warga yang membutuhkan.
Warga berharap pemerintah kabupaten dan provinsi segera menindaklanjuti kondisi di lapangan, terutama untuk percepatan pemulihan hunian dan kebutuhan logistik dasar yang selama ini belum terpenuhi secara maksimal.