Gempa M5,8 Guncang Flores NTT Pagi Ini, Warga Manggarai Rasakan Getaran V-VI MMI

Penulis: Aditya Nugraha  •  Kamis, 20 Agustus 2026 | 22:16:02 WIB
Gempa M5,8 mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur, pada Kamis pagi dengan episenter di darat sekitar 34 kilometer timur laut Ruteng.

RUTENG — Aktivitas seismik di Flores belum mereda. BMKG mencatat gempa M5,8 terjadi pada kedalaman 10 kilometer dengan episenter berada di darat, tepatnya pada koordinat 8,35° LS dan 120,63° BT atau sekitar 34 kilometer arah timur laut Ruteng, Manggarai.

Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, memastikan hasil pemodelan menunjukkan gempa ini tidak berpotensi tsunami. "Gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami," ujarnya, Kamis (20/8/2026).

Pemicu Gempa: Sesar Naik Flores Kembali Bergerak

Berdasarkan analisis BMKG, gempa ini merupakan gempa dangkal akibat aktivitas Flores Back-Arc Thrust atau Sesar Naik Busur Belakang Flores. Mekanisme sumber menunjukkan gempa memiliki pergerakan turun atau normal fault.

Getaran kali ini terasa cukup kuat di sejumlah kabupaten. Selain Manggarai dengan intensitas V-VI MMI, getaran dirasakan di Kabupaten Nagekeo dengan skala IV MMI, Manggarai Barat III-IV MMI, dan Kabupaten Sikka III MMI.

Pada skala V-VI MMI, getaran dirasakan oleh semua penduduk. Sejumlah kerusakan ringan seperti plester dinding yang jatuh dan cerobong asap pabrik rusak berpotensi terjadi.

3.422 Gempa Susulan Tercatat dalam Lima Hari

Gempa M5,8 ini menambah panjang catatan aktivitas susulan pascagempa besar M7,7 yang mengguncang Flores pada Sabtu (15/8/2026). Wijayanto menjelaskan, hingga Kamis (20/8/2026) pukul 06.00 WIB, monitoring BMKG mencatat 3.422 aktivitas gempa bumi susulan (aftershock).

Dari jumlah tersebut, magnitudo terbesar yang pernah tercatat adalah M6,2. Artinya, rangkaian gempa susulan masih terus berlangsung dan belum menunjukkan tanda-tanda akan segera berhenti.

BMKG Minta Warga Tak Percaya Isu yang Tidak Jelas

Menghadapi situasi ini, BMKG mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh oleh isu-isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Wijayanto menegaskan agar masyarakat hanya memastikan informasi mengenai gempa dan potensi tsunami dari kanal resmi BMKG.

"Masyarakat diimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya," pungkasnya.

BMKG akan terus melakukan pemantauan terhadap aktivitas kegempaan di Flores dan menyampaikan informasi resmi apabila terdapat perkembangan terbaru.

Reporter: Aditya Nugraha
Sumber: rctiplus.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top