Gempa M7,7 NTT: 3 Destinasi Wisata di Flores Masih Ditutup, TN Komodo Tetap Beroperasi Normal

Penulis: Dimas Prasetyo  •  Selasa, 18 Agustus 2026 | 17:39:31 WIB
Petugas memeriksa kondisi infrastruktur di kawasan wisata terdampak gempa M7,7 di NTT.

JAKARTA — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan tiga destinasi wisata unggulan di Pulau Flores masih ditutup sementara pascagempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang NTT pada Sabtu (15/8). Penutupan dilakukan demi memastikan keselamatan wisatawan dan memeriksa kelayakan infrastruktur pascabencana.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan menyebutkan, objek wisata yang ditutup antara lain Goa Rangko di Kabupaten Manggarai Barat, Kampung Adat Wae Rebo di Manggarai, dan Taman Nasional Kelimutu di Kabupaten Ende.

Otoritas Pariwisata Perbarui Informasi Pembukaan Kembali

Berton menjelaskan, otoritas pariwisata daerah akan terus memperbarui informasi resmi mengenai pembukaan kembali destinasi-destinasi tersebut. Proses verifikasi keamanan masih dilakukan oleh petugas di lapangan sebelum objek wisata dibuka untuk umum.

Sementara itu, aktivitas pariwisata di kawasan Taman Nasional (TN) Komodo dan sekitarnya dipastikan tetap beroperasi normal. Wisatawan domestik maupun mancanegara masih dapat mengakses destinasi super prioritas tersebut tanpa insiden.

Dampak Kerusakan: 8 Objek Wisata Rusak Ringan, Puluhan Hotel Terdampak

Berdasarkan pendataan BNPB, sebanyak delapan objek daya tarik wisata dilaporkan mengalami rusak ringan. Sektor akomodasi pariwisata juga mencatatkan kerusakan signifikan.

Dua hotel dan tiga homestay mengalami rusak berat, sementara 10 hotel dan lima homestay mengalami rusak ringan. Kerusakan tersebut tersebar di beberapa kabupaten terdampak, termasuk Nagekeo.

"Memastikan keselamatan dan keamanan seluruh wisatawan, baik domestik maupun mancanegara, serta kelayakan infrastruktur pariwisata adalah prioritas," kata Berton dalam keterangannya di Jakarta, Selasa.

Lebih dari 5.000 Warga Mengungsi, 914 Rumah Rusak Berat

Dampak gempa bumi M7,7 tidak hanya dirasakan sektor pariwisata. Data sementara BNPB mencatat lebih dari 5.000 orang mengungsi, baik secara mandiri maupun menempati posko pengungsian. Mayoritas warga mengungsi karena rumah mereka rusak ringan hingga berat.

Hasil pendataan tim petugas gabungan di lapangan mencatat sedikitnya 914 rumah mengalami rusak berat, 126 rusak sedang, dan 317 rusak ringan akibat getaran gempa tersebut.

Kerusakan parah juga menimpa puluhan fasilitas publik, antara lain 93 fasilitas pendidikan, 36 fasilitas kesehatan, serta 38 kantor pemerintah.

68 Korban Meninggal, Manggarai Catatkan Jumlah Terbanyak

Sampai dengan Senin (17/8), tercatat sebanyak 68 korban meninggal dunia akibat gempa bumi tersebut. Korban tersebar di tujuh kabupaten dengan jumlah terbanyak di Kabupaten Manggarai sebanyak 26 jiwa.

Disusul Kabupaten Manggarai Timur 24 jiwa, Kabupaten Nagekeo delapan jiwa, Kabupaten Sikka empat jiwa, Kabupaten Ende dua jiwa, Kabupaten Manggarai Barat dua jiwa, dan Kabupaten Ngada dua jiwa.

Reporter: Dimas Prasetyo
Sumber: kupang.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top