JAKARTA — Kemdiktisaintek mengonfirmasi empat perguruan tinggi di NTT telah menggerakkan sumber dayanya untuk membantu korban gempa bumi M 7,7 di Flores. Posko-posko tersebut tersebar di sejumlah titik, melibatkan Universitas Nusa Nipa, Universitas Muhammadiyah Maumere, STIPER Bajawa, dan Universitas Nusa Cendana (Undana).
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto menyatakan bahwa respons kampus tidak hanya berfokus pada keselamatan sivitas akademika, tetapi juga masyarakat luas. "Relawan mahasiswa yang berada di wilayah tidak terdampak juga turut mengambil bagian dalam penyaluran bantuan kepada masyarakat," katanya di Jakarta, Selasa.
Bantuan datang dari berbagai arah. Universitas Mataram, misalnya, telah mengirimkan tim tanggap darurat bersama Pemerintah Daerah NTB. Tim tersebut terdiri atas tenaga medis, psikolog klinis, dan personel pendukung, disertai obat-obatan serta kebutuhan dasar.
Di sisi lain, tim medis dari Klinik Mu Ende dan Klinik Universitas Muhammadiyah Kupang sudah berada di Mbay untuk memberikan layanan kesehatan kepada warga terdampak. Sementara itu, Tim Institut Teknologi Bandung (ITB) Peduli NTT bersama Rumah Amal Salman telah tiba di Labuan Bajo dan berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Manggarai Barat.
Tim ITB tersebut selanjutnya menargetkan penyaluran bantuan ke wilayah Reok yang terdampak gempa. Namun, perjalanan tidak mudah. Brian menyebutkan sejumlah akses menuju wilayah terdampak masih sulit dijangkau, sehingga koordinasi dan penyaluran bantuan dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi lapangan.
Kemdiktisaintek mengapresiasi respons cepat perguruan tinggi yang bergerak membantu masyarakat. "Prioritas kami saat ini adalah memastikan keselamatan seluruh sivitas akademika dan menjaga agar penanganan berlangsung cepat serta terkoordinasi," ucap Brian menegaskan.
Perhatian khusus juga diberikan kepada mahasiswa yang tengah menjalani aktivitas akademik di wilayah terdampak. Sebanyak 61 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta yang berada di Kabupaten Manggarai Barat dan Manggarai Timur dilaporkan selamat dan telah dievakuasi bersama warga ke wilayah yang lebih aman.
Selain itu, perhatian juga diberikan kepada mahasiswa peserta KKN Tematik GENTASKIN Tahun 2026 yang berada di lokasi bencana. Pemerintah menegaskan komitmennya untuk mempercepat penanganan darurat dan pemulihan pascagempa.
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno menyatakan kehadiran jajaran menteri dan pimpinan lembaga di NTT sejak hari pertama kejadian merupakan bentuk kepedulian serta komitmen pemerintah untuk mendampingi masyarakat terdampak. "Sejak hari pertama kejadian kita sudah berada di NTT untuk meninjau lapangan dan membahas percepatan pemulihan," ucapnya.