NUSA TENGGARA TIMUR — Menteri Sosial Saifullah Yusuf memastikan penanganan gempa di Nusa Tenggara Timur berjalan bertahap, mulai dari evakuasi hingga pemulihan. Santunan bagi korban jiwa menjadi prioritas yang langsung diproses pemerintah.
"Korban yang wafat tentu akan mendapatkan tali asih. Setelah itu nanti akan ada program-program pemberdayaan pascabencana," kata Gus Ipul, sapaan akrabnya, di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (17/8).
Gus Ipul belum merinci besaran santunan maupun bentuk program pemberdayaan yang dimaksud. Saat ini, fokus utama pemerintah adalah menyelesaikan proses evakuasi korban di lokasi terdampak.
"Pertama adalah evakuasi, kemudian mendirikan dapur umum atau dukungan logistik yang dibutuhkan seperti makanan siap saji dan lain-lain," ujarnya.
Kementerian Sosial telah menerjunkan Taruna Siaga Bencana (Tagana) untuk mempercepat penanganan di lapangan. Operasi kemanusiaan ini berjalan di bawah koordinasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), TNI, dan Polri.
Sebagian kebutuhan logistik sudah tiba di wilayah terdampak. Sebagian lainnya masih dalam perjalanan menuju lokasi bencana.
"Semua bergerak bersama," kata Gus Ipul.