NUSA TENGGARA TIMUR — Bantuan yang disalurkan mencakup kebutuhan dasar bagi para pengungsi, seperti makanan, air bersih, serta layanan kesehatan darurat. Selain itu, Pertamina memprioritaskan pemulihan pasokan bahan bakar minyak (BBM) dan elpiji untuk memastikan aktivitas masyarakat dan layanan darurat di Flores tidak terganggu pascagempa.
Kehadiran Simon Mantiri di Flores menegaskan komitmen perusahaan dalam situasi tanggap darurat. Langkah ini dinilai krusial mengingat akses energi menjadi tulang punggung operasional dapur umum, genset rumah sakit, dan transportasi warga.
“Kami memastikan pasokan energi tetap tersedia dan distribusi bantuan tepat sasaran. Ini bentuk tanggung jawab sosial perusahaan kepada masyarakat yang sedang mengalami musibah,” ujar Simon Mantiri dalam keterangan resminya.
Dalam kunjungannya, Simon Mantiri berkoordinasi langsung dengan pemerintah daerah setempat serta Badan SAR Nasional (Basarnas) untuk memetakan kebutuhan darurat. Pertamina juga menyiagakan personel di titik-titik strategis untuk mempercepat distribusi BBM dan elpiji ke wilayah terdampak.
Langkah ini merupakan bagian dari prosedur operasional standar perusahaan ketika terjadi bencana alam di sekitar wilayah operasional maupun area terdampak lainnya. Pertamina memastikan stok BBM dan elpiji di Flores dalam kondisi aman.
Bantuan tahap awal ini akan diikuti dengan program pemulihan jangka pendek, khususnya untuk memulihkan sektor ekonomi masyarakat yang terdampak. Perusahaan berkomitmen mendampingi proses rehabilitasi hingga kondisi normal kembali.
Selain bantuan fisik, Pertamina menyiapkan dukungan logistik bagi relawan dan tim medis yang bertugas di lokasi pengungsian. Hal ini dilakukan agar operasional bantuan kemanusiaan dari berbagai pihak dapat berjalan lancar tanpa hambatan distribusi energi.
Bagi pelaku usaha mikro di sekitar lokasi bencana, Pertamina memastikan pasokan elpiji untuk usaha kuliner dan kebutuhan rumah tangga tetap terlayani. Langkah ini diambil untuk menjaga roda perekonomian warga tetap berputar di tengah masa pemulihan.