JAKARTA — Jumlah korban jiwa akibat gempa bumi dahsyat yang mengguncang wilayah Flores terus meningkat. Data terbaru Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada Sabtu (15/8/2026) pukul 17.45 WIB mencatat 43 orang meninggal dunia, bertambah lima orang dari pendataan tiga jam sebelumnya yang mencapai 38 korban.
Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto mengatakan, para korban tersebar di lima kabupaten di Pulau Flores. Rinciannya, 21 orang meninggal di Kabupaten Manggarai, 17 orang di Manggarai Timur, tiga orang di Sikka, satu orang di Manggarai Barat, dan satu orang di Kabupaten Ngada.
Getaran gempa yang terjadi pukul 04.58 WIB itu tidak hanya merenggut korban jiwa, tetapi juga merusak sejumlah fasilitas publik. Satu rumah sakit di Maumere dilaporkan mengalami kerusakan, sementara sejumlah puskesmas di beberapa kabupaten ikut terdampak.
Di sektor transportasi udara, Kementerian Perhubungan mencatat lima bandara terdampak gempa. Namun, kerusakan tidak terjadi pada landasan pacu (runway), melainkan pada bangunan terminal yang kini masih dalam proses pemeriksaan tingkat kerusakannya.
“Dari Kementerian Perhubungan ada lima bandara yang terdampak. Tetapi bukan runway yang terdampak rusak. Apakah nanti masuk rusak ringan, rusak sedang atau rusak berat, itu di gedung terminal,” ujar Suharyanto dalam konferensi pers daring, Sabtu.
Aktivitas pelayaran juga ikut terganggu. Dua pelabuhan dilaporkan terdampak, yakni Pelabuhan Reo dan Pelabuhan Maumere. Sementara itu, puluhan rumah warga mengalami kerusakan dengan tingkat kerusakan ringan, sedang, hingga berat. Pendataan kerusakan masih dilakukan petugas di lapangan.
BMKG mencatat telah terjadi 31 kali gempa susulan hingga pukul 15.00 WIB. Empat di antaranya berkekuatan cukup besar, yakni M6,2, M5,5, M6,2, dan M5,6 yang terjadi pada pagi hari. Sejak pukul 07.00 WIB, tidak ada lagi gempa susulan berkekuatan besar yang tercatat.
Peringatan dini tsunami yang sempat diterbitkan BMKG setelah gempa utama telah dinyatakan berakhir pada pukul 07.30 WIB. Hasil pemantauan muka laut tidak menunjukkan kenaikan signifikan yang membahayakan.
Meski peringatan tsunami telah berakhir, dampak gempa masih terasa di sektor penerbangan. Sejumlah penerbangan dari Bandara Internasional El Tari Kupang menuju Flores mengalami gangguan. Penerbangan rute Kupang-Ende yang dioperasikan Wings Air dibatalkan sehingga 126 penumpang batal berangkat. Maskapai memberikan pengembalian dana tiket kepada penumpang terdampak.
Sementara penerbangan dari Kupang menuju Larantuka, Lembata, Tambolaka, Alor, Maumere, dan Labuan Bajo masih dapat dilayani. Penerbangan menuju Ruteng dan Ende masih dikoordinasikan terkait kondisi bandara tujuan.
Ketua DPR RI Puan Maharani meminta pemerintah mempercepat pendataan korban dan segera menyalurkan bantuan, terutama kepada warga yang rumahnya mengalami kerusakan parah serta masyarakat di wilayah yang sulit dijangkau. “Pemerintah harus bergerak cepat untuk menangani dampak gempa dan merespons cepat kebutuhan warga terdampak,” kata Puan.
Puan juga meminta lokasi pengungsian dipastikan aman dan nyaman, khususnya bagi lansia, anak-anak, ibu hamil atau menyusui, penyandang disabilitas, dan warga dengan penyakit bawaan. Pemerintah juga diminta memastikan wisatawan yang terdampak di kawasan Labuan Bajo mendapat pertolongan, terutama jika tempat mereka menginap mengalami kerusakan.
BNPB menegaskan data korban dan kerusakan masih dapat berubah karena proses pendataan terus berjalan. Pemerintah bersama TNI, Polri, dan instansi terkait terus mengerahkan sumber daya untuk melakukan evakuasi, memenuhi kebutuhan warga, serta memulihkan fasilitas terdampak. Masyarakat diimbau tetap tenang, mengikuti informasi resmi pemerintah dan BMKG, serta mewaspadai kemungkinan gempa susulan.