JAKARTA — Pemerintah pusat memastikan langkah mitigasi dan evakuasi korban menjadi prioritas utama pascagempa bumi dahsyat yang menggunakan NTT pada Sabtu pagi. Mensesneg Prasetyo Hadi menyatakan Presiden Prabowo Subianto telah menerima laporan perkembangan terbaru dan memerintahkan jajaran terkait untuk segera turun ke lapangan.
"Kita semua, baik pemerintah pusat maupun pemerintah daerah dan seluruh jajaran terkait, termasuk TNI dan Polri, melakukan langkah-langkah mitigasi, melakukan langkah-langkah cepat, tanggap darurat cepat," ujar Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Sabtu.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengonfirmasi hingga Sabtu pagi tercatat dua orang meninggal dunia akibat gempa tersebut. Kedua korban dilaporkan berada di kawasan Pelabuhan El Say, Kabupaten Sikka, yang jaraknya relatif dekat dengan pusat gempa.
Guncangan kuat dirasakan selama kurang lebih satu menit di sejumlah kabupaten, seperti Nagekeo, Sikka, dan Manggarai Barat. Getarannya bahkan terasa hingga ke wilayah Bima (NTB) serta beberapa daerah di Sulawesi Selatan, termasuk Jeneponto, Kepulauan Selayar, dan Maros.
Prasetyo menjelaskan koordinasi intensif telah dilakukan dengan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Pratikno yang dilaporkan akan segera menuju lokasi terdampak pada hari yang sama. Koordinasi juga berlangsung dengan Kepala Basarnas Mohammad Syafii dan Gubernur NTT Melki Laka Lena.
"Yang paling penting adalah segera mitigasi penyelamatan. Kalau ada korban segera tertangani dan langsung dipikirkan untuk penanganan-penanganan," tegasnya.
Pemerintah pusat menyatakan siap mengerahkan bantuan khusus jika diperlukan. Saat ini, pemeriksaan kerusakan di lapangan tengah berlangsung bersamaan dengan upaya penanganan korban luka maupun meninggal dunia di Kabupaten Nagekeo dan kabupaten lain yang terdampak.
Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa tektonik ini terjadi pada Sabtu pukul 04.58 WIB. Episentrumnya berada di laut pada jarak 38 kilometer timur laut Mbay, Nagekeo, dengan kedalaman 15 kilometer.
BMKG mencatat gempa berkekuatan magnitudo 7,7 ini berpotensi menimbulkan kerusakan di wilayah pesisir yang dekat dengan pusat gempa. Masyarakat diimbau tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan dan tidak mudah percaya pada informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.