JAKARTA — Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi bergerak cepat memastikan kesiapan pemerintah pusat dan daerah dalam merespons gempa bumi dahsyat yang melanda Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu pagi. Koordinasi langsung dilakukan dengan Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Kepala Basarnas, Kepala BMKG, Kepala BNPB, hingga Gubernur NTT untuk memastikan atensi semua unsur di masa-masa awal kejadian.
"Dari tadi pagi saya sudah koordinasi dengan Menko PMK, Kabasarnas, BMKG, BNPB, dan Gubernur NTT untuk memastikan atensi dan kesiagaan semua unsur di masa-masa awal kejadian ini," ujar Prasetyo dalam pernyataan tertulis di Jakarta, Sabtu.
Gempa tektonik tersebut terjadi pada pukul 05.58 WITA. Pusat gempa berada di laut, tepatnya di sebelah utara Mbay, Kabupaten Nagekeo, dengan kedalaman 10 kilometer. Getarannya terasa kuat hingga ke Pulau Lombok di NTB, membuat warga di sejumlah kabupaten di Flores berhamburan keluar rumah.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menerbitkan peringatan dini tsunami menyusul gempa berkekuatan besar ini. Data BMKG mencatat gelombang tsunami sempat terdeteksi di tiga titik pantai, dengan ketinggian bervariasi.
Meski ketinggiannya relatif kecil, kejadian ini menjadi peringatan nyata akan kekuatan gempa yang berpusat di kedalaman dangkal tersebut.
Prasetyo menegaskan pemerintah terus memantau perkembangan situasi di lapangan. Langkah penanganan darurat akan segera diambil secara cepat apabila diperlukan, terutama untuk memastikan keselamatan warga yang terdampak di wilayah pesisir dan kepulauan.
"Mari kita kirimkan doa untuk saudara-saudara kita di NTT yang tadi pagi mengalami gempa sangat kuat," ajaknya dalam pernyataan resmi tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, pemerintah masih melakukan pendataan dampak kerusakan dan memastikan jalur komunikasi serta logistik ke daerah terdampak tetap berfungsi. Masyarakat diimbau tetap tenang namun waspada terhadap potensi gempa susulan yang umumnya terjadi setelah gempa bumi berkekuatan besar.