Nafkah Anak Rp263 Juta per Bulan: Ruben Onsu Minta Audit, Ini Hak Anak Bukan Mantan Istri

Penulis: Dimas Prasetyo  •  Kamis, 13 Agustus 2026 | 08:38:01 WIB
Kuasa hukum Ruben Onsu meminta audit rincian penggunaan dana nafkah anak yang mencapai Rp263 juta per bulan.

NUSA TENGGARA TIMUR — Perceraian Ruben Onsu dan Sarwendah kembali menyita perhatian publik, bukan hanya karena kisah rumah tangganya, tetapi juga soal pengelolaan dana nafkah anak. Pihak Ruben Onsu resmi meminta audit atas uang yang disetorkan setiap bulannya, yang nominalnya jauh di atas rata-rata kebutuhan anak pada umumnya.

Kuasa hukum Ruben, Minola Sebayang, mengungkapkan bahwa kliennya rutin mengeluarkan dana antara Rp200 juta hingga Rp263 juta per bulan untuk kebutuhan anak-anaknya. Angka ini belum termasuk tagihan kartu kredit yang juga dibebankan kepada presenter berusia 42 tahun tersebut.

Mengapa Audit Dana Nafkah Anak Diperlukan?

Minola Sebayang mempertanyakan kewajaran pengeluaran anak di bawah umur yang mencapai ratusan juta rupiah setiap bulannya. Menurutnya, permintaan rincian ini adalah langkah wajar agar tidak ada penyalahgunaan dana yang seharusnya diperuntukkan bagi sang buah hati.

"Masuk akal enggak sih pengeluaran seorang anak yang masih di bawah umur itu per bulannya 200 juta sampai 263 juta per bulan? Belum lagi biaya kartu kredit. Oleh karena itu wajar kalau kemudian Ruben minta perincian, agar kita tahu fix biaya anak-anak itu berapa sih per bulan?" ujar Minola Sebayang di Kuningan, Jakarta Selatan, belum lama ini.

Hak Anak, Bukan Hak Mantan Pasangan

Poin penting yang ditekankan oleh tim kuasa hukum adalah dasar hukum dari permintaan audit ini. Dalam undang-undang, uang nafkah adalah hak mutlak milik anak, bukan untuk kepentingan wali atau mantan pasangan. Kekhawatiran muncul jika dana tersebut tidak tersalurkan sepenuhnya untuk kebutuhan anak.

"Uang pemeliharaan, uang nafkah itu kan hak anak. Bukan hak mantan. Karena banyak juga uangnya masuk ke walinya, tapi tidak sampai ke anaknya. Sehingga anaknya telantar atau dipergunakan tidak seluruhnya untuk kepentingan anak. Inilah yang dari beberapa waktu lalu kami sampaikan," tegas Minola.

Pelajaran Penting bagi Orang Tua yang Bercerai

Kasus ini menjadi pengingat bagi para orang tua, khususnya yang telah bercerai, bahwa pengelolaan keuangan untuk anak harus transparan dan akuntabel. Meski nominalnya mungkin tidak sebesar kasus Ruben Onsu, prinsip yang sama berlaku: dana nafkah adalah hak anak yang harus dijaga.

Berikut beberapa hal yang bisa dipelajari:

  • Buat Rincian Kebutuhan: Susun daftar kebutuhan anak secara detail, mulai dari pendidikan, kesehatan, hingga kebutuhan harian, agar ada panduan jelas dalam pemberian nafkah.
  • Komunikasi Terbuka: Kedua orang tua perlu duduk bersama untuk membahas dan menyepakati penggunaan dana, demi kepentingan terbaik anak.
  • Dokumentasi Pengeluaran: Menyimpan bukti pembayaran atau catatan pengeluaran penting untuk menghindari kesalahpahaman di kemudian hari.

Yang terpenting, fokus utama harus selalu pada kesejahteraan dan tumbuh kembang anak. Dengan pengelolaan yang transparan, hak anak untuk mendapatkan kehidupan yang layak dapat terpenuhi tanpa menjadi sumber konflik berkepanjangan antara kedua orang tuanya.

Reporter: Dimas Prasetyo
Sumber: lifestyle.sindonews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top