NUSA TENGGARA TIMUR — Perceraian Ruben Onsu dan Sarwendah kembali menyita perhatian publik, bukan hanya karena kisah rumah tangganya, tetapi juga soal pengelolaan dana nafkah anak. Pihak Ruben Onsu resmi meminta audit atas uang yang disetorkan setiap bulannya, yang nominalnya jauh di atas rata-rata kebutuhan anak pada umumnya.
Kuasa hukum Ruben, Minola Sebayang, mengungkapkan bahwa kliennya rutin mengeluarkan dana antara Rp200 juta hingga Rp263 juta per bulan untuk kebutuhan anak-anaknya. Angka ini belum termasuk tagihan kartu kredit yang juga dibebankan kepada presenter berusia 42 tahun tersebut.
Minola Sebayang mempertanyakan kewajaran pengeluaran anak di bawah umur yang mencapai ratusan juta rupiah setiap bulannya. Menurutnya, permintaan rincian ini adalah langkah wajar agar tidak ada penyalahgunaan dana yang seharusnya diperuntukkan bagi sang buah hati.
"Masuk akal enggak sih pengeluaran seorang anak yang masih di bawah umur itu per bulannya 200 juta sampai 263 juta per bulan? Belum lagi biaya kartu kredit. Oleh karena itu wajar kalau kemudian Ruben minta perincian, agar kita tahu fix biaya anak-anak itu berapa sih per bulan?" ujar Minola Sebayang di Kuningan, Jakarta Selatan, belum lama ini.
Poin penting yang ditekankan oleh tim kuasa hukum adalah dasar hukum dari permintaan audit ini. Dalam undang-undang, uang nafkah adalah hak mutlak milik anak, bukan untuk kepentingan wali atau mantan pasangan. Kekhawatiran muncul jika dana tersebut tidak tersalurkan sepenuhnya untuk kebutuhan anak.
"Uang pemeliharaan, uang nafkah itu kan hak anak. Bukan hak mantan. Karena banyak juga uangnya masuk ke walinya, tapi tidak sampai ke anaknya. Sehingga anaknya telantar atau dipergunakan tidak seluruhnya untuk kepentingan anak. Inilah yang dari beberapa waktu lalu kami sampaikan," tegas Minola.
Kasus ini menjadi pengingat bagi para orang tua, khususnya yang telah bercerai, bahwa pengelolaan keuangan untuk anak harus transparan dan akuntabel. Meski nominalnya mungkin tidak sebesar kasus Ruben Onsu, prinsip yang sama berlaku: dana nafkah adalah hak anak yang harus dijaga.
Berikut beberapa hal yang bisa dipelajari:
Yang terpenting, fokus utama harus selalu pada kesejahteraan dan tumbuh kembang anak. Dengan pengelolaan yang transparan, hak anak untuk mendapatkan kehidupan yang layak dapat terpenuhi tanpa menjadi sumber konflik berkepanjangan antara kedua orang tuanya.