Perum Bulog Kantor Wilayah Nusa Tenggara Timur menyalurkan 4.336,5 ton bantuan pangan beras bagi 144.550 keluarga penerima bantuan pangan (PBP) di empat kabupaten di Pulau Sumba. Penyaluran mencakup alokasi Juli, Agustus, dan September dengan setiap keluarga menerima 10 kilogram beras per bulan atau total 30 kilogram untuk tiga bulan. Bantuan menjangkau Kabupaten Sumba Timur, Sumba Barat, Sumba Barat Daya, dan Sumba Tengah.
KUPANG — Pemimpin Wilayah Bulog Kanwil NTT Arrahim K Kanam menyatakan bantuan pangan menjadi salah satu program pemerintah yang menjadi wujud nyata kehadiran negara dalam membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok. Pernyataan itu disampaikan Arrahim dalam keterangannya di Kupang, Kamis.
“Melalui penyaluran ini, kami berharap beban pengeluaran keluarga penerima manfaat dapat berkurang sehingga mereka memiliki ruang untuk memenuhi kebutuhan dasar lainnya,” kata Arrahim.
Sumba Barat Daya Jadi Penerima Terbesar
Kabupaten Sumba Barat Daya mencatat jumlah penerima terbesar dalam penyaluran tersebut, yakni 57.294 PBP dengan kuantum beras sebanyak 1.718.820 kilogram. Sumba Timur menyalurkan bantuan kepada 48.192 PBP dengan kuantum 1.445.760 kilogram.
Sementara itu, Sumba Barat menjangkau 23.231 PBP dengan jumlah beras 696.930 kilogram. Adapun di Sumba Tengah, bantuan beras sebanyak 474.990 kilogram disalurkan kepada 15.833 PBP.
Alokasi Berpeluang Berlanjut hingga Desember
Arrahim menyampaikan bahwa alokasi bantuan pangan berpeluang berlanjut hingga Desember, dengan tetap mengacu pada kebijakan dan penetapan pemerintah.
“Kami memahami pentingnya keberlanjutan bantuan ini bagi masyarakat. Alokasi bantuan pangan dapat berlanjut hingga Desember sesuai keputusan pemerintah, dan Bulog siap mendukung pelaksanaan penyalurannya berdasarkan penugasan yang diberikan,” ujar dia.
Untuk mendukung kelancaran program, Arrahim mengajak pemerintah daerah, seluruh pemangku kepentingan, dan masyarakat berperan aktif dalam mendukung penyaluran bantuan.
“Kami memohon dukungan semua pihak agar bantuan dapat tersalurkan secara tertib, lancar, dan tepat sasaran. Kami juga menyampaikan terima kasih kepada Kepala Badan Pangan Nasional atas program bantuan pangan yang membantu masyarakat, khususnya keluarga penerima manfaat di Pulau Sumba,” ujar dia.
Pemerintah Diminta Hadir Sepanjang Kemarau Panjang
Arrahim menegaskan masyarakat tidak perlu khawatir dalam menghadapi ketidakpastian karena pemerintah terus hadir melalui berbagai upaya pemenuhan kebutuhan pangan, khususnya sepanjang masa kemarau panjang.
“Pemerintah senantiasa hadir mendampingi masyarakat. Bantuan pangan ini merupakan bagian dari langkah nyata untuk menjaga ketahanan pangan keluarga. Dengan dukungan dan kerja sama semua pihak, kami berharap manfaat program ini dapat dirasakan secara optimal oleh masyarakat yang berhak menerima,” katanya.