KUPANG — Audisi Bintang Radio 2026 RRI Kupang Tahap 2 berlangsung ketat di Kota Kupang, Selasa (8/9/2026). Sebanyak 36 peserta muda Nusa Tenggara Timur (NTT) bertarung memperebutkan tiket menuju babak berikutnya.
Roy Bulan, Pimpinan Yayasan Kemanusiaan Luna Foundation, duduk sebagai juri kehormatan. Keterlibatannya menjadi bentuk perhatian nyata pada pengembangan potensi generasi muda NTT di bidang seni suara.
Komitmen Luna Foundation untuk Talenta Lokal
Roy menilai Bintang Radio memiliki nilai strategis bagi anak muda. Ajang ini membuka ruang kompetisi sekaligus kesempatan mengasah kapasitas dan menunjukkan kemampuan.
“Lomba ini sejalan dengan visi Yayasan Kemanusiaan Luna Foundation. Untuk itu, kami berkomitmen untuk selalu mendukung potensi yang dimiliki anak-anak NTT,” ujar Roy Bulan.
Juri Berpengalaman dari Berbagai Latar
Roy tidak sendiri menilai penampilan para peserta. Ia didampingi Dani, dosen IAKN Kupang, Meta, mantan juara Bintang Radio, serta Ishak Oktavian yang pernah menjadi juara tingkat nasional.
Kombinasi juri dari latar akademisi dan praktisi ini diharapkan menghasilkan penilaian yang komprehensif bagi setiap peserta.
Dukungan Tak Cukup dengan Apresiasi
Menurut Roy, dukungan terhadap talenta muda tidak cukup hanya melalui apresiasi. Perlu keterlibatan berbagai pihak untuk membangun ekosistem yang memungkinkan potensi lokal berkembang secara berkelanjutan.
Melalui keterlibatan Luna Foundation, Roy berharap semakin banyak generasi muda NTT memperoleh akses terhadap ruang ekspresi, pembinaan, dan kompetisi. Jalan menuju prestasi nasional pun menjadi lebih terbuka.
Audisi Bintang Radio 2026 RRI Kupang bukan sekadar arena seleksi. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperluas ruang tumbuh bagi talenta musik dan seni suara asal NTT.