PT Pertamina Patra Niaga kembali memperkuat pasokan bahan bakar minyak (BBM) di wilayah terdampak gempa bumi Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), dengan menyalurkan 200.000 liter pertalite melalui Dermaga Fuel Terminal (FT) Reo, Senin. Total pasokan BBM yang masuk ke FT Reo sejak gempa melanda pada 15 Agustus lalu kini telah mencapai sekitar 2.000.000 liter untuk berbagai jenis.
JAKARTA — Kapal MT Musi bersandar di Dermaga Fuel Terminal (FT) Reo, Kabupaten Manggarai, untuk membongkar muatan pertalite sebanyak 200.000 liter. Penambahan pasokan ini dilakukan untuk menjaga stok BBM di tingkat aman pascagempa yang melanda wilayah tersebut pada 15 Agustus lalu.
VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, mengatakan pembongkaran dilakukan sesuai kapasitas aman tangki penerimaan terminal yang saat ini masih menyimpan stok 300.000 liter dari total kapasitas 500.000 liter. Setelah proses bongkar muat di Reo selesai, MT Musi akan segera bertolak untuk menyuplai pasokan ke Fuel Terminal Waingapu, NTT.
Pasokan Avtur Tambahan untuk Bandara Komodo
Pada hari yang sama, kapal MT Kilian dijadwalkan bersandar membawa pasokan avtur sekitar 500.000 liter. Bahan bakar pesawat ini dialokasikan untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan di Bandara Komodo, Labuan Bajo, yang meningkat signifikan akibat aktivitas penerbangan pascabencana dan masa puncak kunjungan wisata.
"Pasokan avtur ini penting karena konsumsinya sedang meningkat pesat seiring tingginya aktivitas di Labuan Bajo serta kebutuhan pascabencana. Avtur tersebut nantinya langsung kita kirim ke DPPU Komodo untuk kebutuhan operasional pesawat," ujar Kitty dalam keterangan resminya, Senin.
Strategi Khusus Atasi Jalan Putus Menuju SPBU Borong
Distribusi darat dari FT Reo sempat terkendala akses jalan yang terputus di wilayah Manggarai Timur menuju SPBU Borong/Kota. Tim FT Reo menerapkan strategi mitigasi dengan melangsir BBM dari mobil tangki ke dalam drum, lalu membawanya melewati jalur putus atau jembatan hingga sampai ke SPBU tujuan.
"Hari ini kami coba kirim full menggunakan mobil tangki kapasitas 8.000 liter langsung ke arah Borong," kata Kitty.
BBM jenis pertalite yang disalurkan akan didistribusikan ke sejumlah daerah dalam wilayah operasional Reo, mencakup Kabupaten Manggarai, Manggarai Barat, dan sebagian Manggarai Timur.
Masyarakat Diminta Tidak Panic Buying
Dengan masuknya pasokan yang kontinu, Pertamina Patra Niaga memastikan distribusi BBM di wilayah terdampak gempa telah pulih. Kitty mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak melakukan pembelian berlebihan.
"Mengingat potensi gempa susulan masih ada, kerumunan massa yang terlalu padat di SPBU justru dapat berisiko menyulitkan proses evakuasi jika terjadi kondisi darurat. Masyarakat tidak perlu khawatir, pelayanan dan operasional penyaluran BBM berjalan normal," tegasnya.
MT Musi merupakan armada kapal keempat yang bersandar di Dermaga FT Reo sejak Selasa (18/8), tiga hari setelah gempa melanda. Total pasokan BBM yang masuk dan disalurkan melalui FT Reo sejak bencana terjadi telah mencapai sekitar 2.000.000 liter, meliputi jenis pertamax, pertalite, biosolar, dan avtur.