SEMARANG — Keterbatasan produksi lokal dan distribusi yang bergantung pada jalur laut menjadi pemicu utama melambungnya harga beras di Kabupaten Alor, NTT. Kondisi cuaca yang kerap tidak menentu juga memperparah kelancaran pasokan ke daerah kepulauan tersebut.
Mahasiswa baru Undip asal Alor, Adriano Jeconia Padama, mengungkapkan kekhawatirannya terhadap dampak harga mahal ini terhadap pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat, terutama anak-anak di kampung halamannya. Ia menyampaikan hal tersebut dalam forum resmi kampus yang dihadiri langsung oleh Menteri Pertanian.
Respons Cepat Mentan: Koordinasi dan Tinjauan Langsung ke Alor
Mendengar keluhan Adriano, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman langsung berkoordinasi dengan jajarannya untuk memastikan pasokan beras segera dikirim ke Alor. Langkah ini diambil sebagai respons cepat atas lonjakan harga yang jauh di atas harga eceran tertinggi (HET) di daerah tersebut.
Amran tidak berhenti pada koordinasi internal. Ia dikabarkan telah turun langsung ke Pulau Alor pada Minggu (9/10/2026) untuk meninjau kondisi di lapangan dan memastikan distribusi berjalan lancar.
Keberanian Bicara Berbuah Dukungan Pendidikan
Keberanian Adriano menyampaikan aspirasi warganya di forum resmi berbuah manis. Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma dan Wakil Bupati Alor Rocky Winaryo memberikan bantuan pendidikan dengan menanggung biaya kuliahnya di Undip.
Selain itu, Menteri Pertanian Amran juga memberikan bantuan biaya kos selama dua tahun kepada Adriano. Bentuk apresiasi ini diharapkan dapat meringankan beban mahasiswa asal daerah kepulauan yang sedang menempuh pendidikan di Pulau Jawa.
Kasus ini menyorot kesenjangan harga pangan antara wilayah produksi dan daerah kepulauan di Indonesia timur. Alor, yang memiliki keterbatasan lahan produksi, sangat bergantung pada pasokan dari luar pulau yang memakan biaya transportasi laut tinggi.