Pencarian

NTP NTT Bertahan di Atas 100 pada Juli 2026, Petani Diuntungkan Kenaikan Harga Jagung dan Kakao

Selasa, 04 Agustus 2026 • 15:12:31 WIB
NTP NTT Bertahan di Atas 100 pada Juli 2026, Petani Diuntungkan Kenaikan Harga Jagung dan Kakao
Badan Pusat Statistik mencatat Nilai Tukar Petani NTT pada Juli 2026 mencapai 100,19, naik 0,18 persen dibandingkan bulan sebelumnya.

KUPANG — Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Nilai Tukar Petani (NTP) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Juli 2026 mencapai 100,19 atau naik 0,18 persen dibandingkan Juni 2026 yang sebesar 100,02.

Kepala BPS NTT Matamira B. Kale di Kupang, Senin, mengatakan peningkatan NTP terjadi karena Indeks Harga yang Diterima Petani (It) naik 0,31 persen. Angka ini lebih tinggi dibandingkan kenaikan Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) yang hanya sebesar 0,14 persen.

"Peningkatan NTP Juli 2026 sebesar 0,18 persen terutama dipengaruhi oleh naiknya sebagian besar NTP subsektor, kecuali subsektor hortikultura dan peternakan yang mengalami penurunan," katanya.

Jagung, Gabah, dan Kakao Jadi Penopang Utama

Kenaikan ini utamanya ditopang oleh komoditas strategis yang banyak dihasilkan petani NTT. Matamira menjelaskan, jagung, gabah, dan kakao atau cokelat biji menjadi penyumbang utama kenaikan NTP bulan lalu.

Di sisi lain, penurunan harga bawang merah, tomat, cabai merah, dan sapi potong menjadi faktor yang menghambat laju kenaikan NTP. Artinya, meski secara agregat menguat, masih ada sejumlah komoditas yang harganya belum berpihak pada petani.

Biaya Produksi Naik Tipis, Konsumsi Rumah Tangga Petani Tertekan Bensin dan Beras

Pada komponen Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib), Indeks Konsumsi Rumah Tangga (IKRT) meningkat 0,12 persen. Sementara itu, Indeks Biaya Produksi dan Penambahan Barang Modal (BPPBM) naik 0,22 persen.

Kenaikan IKRT petani perdesaan pada Juli 2026 utamanya dipengaruhi oleh harga sejumlah kebutuhan pokok dan energi. "Kenaikan IKRT terutama dipengaruhi meningkatnya harga bensin, beras, solar, kangkung, sigaret kretek mesin, dan daging ayam ras," kata Matamira.

Secara tahunan (year on year/yoy), perkembangan IKRT pada Juli 2026 tercatat meningkat sebesar 2,92 persen.

NTUP Naik 0,10 Persen, Usaha Perkebunan dan Budidaya Ikan Paling Diuntungkan

Selain NTP, BPS juga mencatat Nilai Tukar Usaha Pertanian (NTUP) NTT pada Juli 2026 sebesar 105, atau naik 0,10 persen dibandingkan Juni 2026. NTUP adalah perbandingan antara indeks harga yang diterima petani dengan indeks biaya produksi dan penambahan barang modal.

"Secara umum, kenaikan NTUP didorong oleh peningkatan pada subsektor tanaman perkebunan rakyat dan terutama subsektor budidaya ikan, sedangkan subsektor hortikultura, peternakan, dan penangkapan ikan mengalami penurunan," ujarnya.

Angka NTUP yang berada di atas 100 menunjukkan bahwa usaha pertanian di NTT masih menguntungkan. Artinya, hasil produksi yang dijual petani masih lebih tinggi dibandingkan biaya yang mereka keluarkan untuk membeli bibit, pupuk, dan kebutuhan produksi lainnya.

Follow halokupang.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: kupang.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks