KUPANG — Kepala Dinas Pariwisata Kota Kupang Josefina MD Gheta mengatakan, setiap kelurahan mendapat jatah anggaran Rp20 juta yang bersumber dari dokumen pelaksanaan anggaran (DPA) masing-masing kecamatan. Dana itu digunakan untuk menyelenggarakan festival budaya selama tiga hari di wilayah masing-masing.
"Kami memperkuat kalender event Kota Kupang melalui penyelenggaraan berbagai event budaya di masing-masing kelurahan sesuai jadwal yang telah disepakati. Kami berharap kegiatan ini mampu menarik wisatawan sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat," kata Josefina di Kupang, Selasa.
Setiap Kelurahan Bebas Pilih Tema Budaya
Kota Kupang yang dikenal sebagai daerah multi etnis memberikan keleluasaan penuh kepada setiap kelurahan untuk menentukan tema budaya yang akan ditampilkan. Pemerintah tidak melakukan intervensi terhadap jenis atraksi yang disajikan.
Masing-masing kelurahan dapat menampilkan pakaian adat, tarian tradisional, hingga kuliner khas sesuai identitas budaya komunitas setempat. Pendekatan ini, menurut Josefina, membuat setiap event memiliki ciri khas yang berbeda.
Ratusan UMKM Jadi Motor Ekonomi Event
Setiap penyelenggaraan event budaya melibatkan belasan hingga sekitar 20 pelaku UMKM yang menawarkan produk lokal, mulai dari kerajinan tangan hingga aneka kuliner khas NTT. Dengan 52 kelurahan, total UMKM yang terlibat diperkirakan mencapai ratusan pelaku usaha.
Josefina mencontohkan Event Budaya Kampung Solor yang mendapat sambutan antusias karena mampu menghadirkan kembali budaya asal warga di Kota Kupang. Hal serupa terjadi di Kelurahan Oesapa Barat yang melibatkan RT, RW, masyarakat, hingga sekolah agar anak-anak dapat mengenal kembali seni dan budaya daerah.
Kolaborasi dengan Perbankan dan Pelaku Usaha
Josefina mengakui anggaran Rp20 juta per kelurahan belum mencukupi seluruh kebutuhan penyelenggaraan. Karena itu, setiap kelurahan didorong berkolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk pelaku usaha dan perbankan di sekitar wilayah.
"Saya melihat antusiasme masyarakat pada penyelenggaraan event budaya tahun 2026 sangat luar biasa. Masyarakat bergotong royong dan berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk menyukseskan kegiatan ini," ujarnya.
Data UMKM Baru Dikumpulkan, Siap Masuk Sunday Market
Setiap event budaya juga dimanfaatkan untuk mendata pelaku UMKM dan ekonomi kreatif yang belum terdaftar. Data ini menjadi bagian dari pembinaan agar dalam jangka panjang mereka bisa bergabung dalam kegiatan Sunday Market Buat Orang Kupang (SABOAK) di Taman Nostalgia Kupang.
Event Budaya Multi Etnis Kelurahan Namosain dijadwalkan berlangsung pada 28-30 Juli 2026 sebagai bagian dari kalender event pariwisata Kota Kupang. Josefina berharap masyarakat tidak hanya menjadi penonton, tetapi ikut bergotong royong menyukseskan event sehingga kegiatan tersebut benar-benar menjadi milik masyarakat, oleh masyarakat, dan untuk masyarakat.