KUPANG — Kabidhumas Polda NTT Kombes Pol Henry Novika Chandra hadir mewakili Kapolda NTT Irjen Pol Reza Arief Dewanto dalam Pembukaan Penguatan Kapasitas Bunda/Pokja Literasi Provinsi/Kabupaten/Kota dan Taman Bacaan Masyarakat. Forum yang berlangsung di Aula Marungga 1, Hotel Sasando, Kelapa Lima, Kota Kupang, itu merupakan bagian dari Lokakarya Optimalisasi Peran Pokja Bunda Literasi untuk Pemanfaatan Buku Bacaan Bermutu.
Kehadiran perwira menengah itu disebut sebagai bentuk dukungan institusi Polri terhadap program pemerintah di bidang pendidikan. Kapolda menilai literasi bukan urusan tunggal dunia pendidikan.
Menurut Kapolda, kemampuan membaca, memahami informasi, berpikir kritis, dan mengembangkan wawasan menjadi bekal utama generasi muda menghadapi tantangan zaman. Karena itu, penguatan budaya literasi perlu melibatkan seluruh elemen masyarakat, bukan hanya sekolah.
"Kapolda NTT menegaskan bahwa penguatan budaya literasi bukan hanya menjadi tanggung jawab dunia pendidikan, tetapi merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat. Melalui budaya membaca dan pemanfaatan buku bacaan bermutu, kita dapat membangun generasi yang memiliki wawasan luas, berpikir kritis, berkarakter, serta mampu menghadapi tantangan masa depan," ujar Kombes Pol Henry Novika Chandra saat menyampaikan pesan Kapolda NTT.
Sinergi antara pemerintah daerah, Polri, lembaga pendidikan, komunitas literasi, organisasi masyarakat, dan pengelola Taman Bacaan Masyarakat dinilai diperlukan agar program literasi menjangkau wilayah pelosok NTT. Polda NTT menyatakan siap mendukung kolaborasi itu bersama seluruh pemangku kepentingan.
"Polri tidak hanya hadir dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga mendukung berbagai program pembangunan, termasuk peningkatan kualitas pendidikan dan sumber daya manusia. Karena itu, Polda NTT siap mendukung kolaborasi bersama pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan dalam menumbuhkan budaya literasi demi mewujudkan generasi NTT yang cerdas, tangguh, dan berdaya saing," lanjutnya.
Forum itu dihadiri Gubernur NTT, Bunda Literasi Provinsi NTT Mindriyati Astiningsih Laka Lena, Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Hafidz Muksin, perwakilan Perpustakaan Nasional RI Adin Bondar, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, perwakilan Kedutaan Besar Australia, Tim INOVASI NTT, serta sejumlah tamu undangan.
Rangkaian acara diawali pembukaan oleh pembawa acara dan doa bersama. Materi disampaikan Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Hafidz Muksin, dilanjutkan sesi tanya jawab, menyanyikan lagu Indonesia Raya, laporan panitia, sambutan perwakilan DFAT/Kedutaan Besar Australia, sambutan Gubernur NTT, penyerahan buku literasi, dan foto bersama.
Polda NTT berharap semangat kolaborasi yang dibangun lewat kegiatan itu tidak berhenti pada acara seremonial. Dukungan diarahkan agar program literasi berjalan berkelanjutan dan budaya membaca tumbuh sebagai bagian kehidupan sehari-hari warga.
Penguatan kapasitas Bunda Literasi, Pokja Literasi provinsi/kabupaten/kota, dan pengelola Taman Bacaan Masyarakat diharapkan memperluas akses masyarakat terhadap sumber pengetahuan yang berkualitas.