ATAMBUA — Rombongan Tour de NTT 2026 berhenti di sebuah rumah berdinding anyaman bambu tak jauh dari Jalan Trans Timor Raya, Desa Leuntolu. Gubernur Melki turun dari kendaraan dan berdialog langsung dengan pemiliknya, Mama Theresia Lina Fin, seorang penjual sayur berusia 55 tahun.
Percakapan berlangsung singkat. Gubernur menanyakan siapa yang menemani Mama Theresia tinggal dan di mana suaminya. Jawaban perempuan itu membuat Melki langsung memanggil Kepala Dinas PUPR NTT Benyamin Nahak yang ikut dalam rombongan.
Melki meminta seluruh berkas administrasi bedah rumah diproses lewat Kadis PUPR NTT. Ia menegaskan rumah Mama Theresia harus segera dibedah menjadi hunian layak.
"Nanti Mama, semua administrasi lewat Pak Beny (Kadis PUPR NTT), dan rumah ini segera dibedah menjadi rumah yang layak huni," ucap Melki saat berdialog dengan Mama Theresia, seperti dikutip Koran NTT.
Program bedah rumah di NTT disebut Melki sebagai arahan Presiden Prabowo Subianto yang dieksekusi pemerintah provinsi. Pendanaannya memakai anggaran Pemprov NTT, bukan menunggu transfer pusat.
"Ini arahan dari Pak Presiden Prabowo. Kami sebagai Gubernur, kami pakai anggaran pemerintah Provinsi dan sekarang juga kita kerjakan," kata Melki.
Theresia selama ini tercatat sebagai penerima bantuan PKH. Namun bantuan perbaikan rumah belum pernah ia terima sampai rombongan Tour de NTT berhenti di depan rumahnya.
Perempuan yang sehari-hari berjualan sayur itu menyampaikan terima kasihnya. "Mama senang," kata Theresia.
Kepala Desa Leuntolu Patris Luan menyebut ada tiga kepala keluarga di wilayahnya yang terpilih menerima bantuan bedah rumah. Ia berharap jumlah penerima bertambah pada tahap berikutnya.
"Kami sangat senang. Lewat Tour de NTT dan HUT ke-68 NTT, masyarakat kami 3 KK terpilih mendapatkan bantuan bedah rumah," kata Patris.
Etape pembuka Tour de NTT 2026 mengambil rute dari Desa Meotroi, Kecamatan Laenmanen, Kabupaten Malaka, menuju Kantor Camat Tasifeto Barat, Kabupaten Belu. Sepanjang rute itu rombongan menyempatkan berhenti di titik-titik warga.
Kegiatan olahraga dan promosi wisata itu dibarengi kunjungan sosial ke rumah warga. Bagi Pemprov NTT, momentumnya dipakai mengejar target perbaikan rumah tidak layak huni sebelum puncak perayaan HUT ke-68 pada 20 Desember 2026.
Usai perintah itu, Dinas PUPR NTT memegang tugas pertama: menyelesaikan administrasi Mama Theresia agar pekerjaan bedah rumah bisa dimulai. Warga Desa Leuntolu menunggu apakah tiga KK yang terpilih tahun ini akan bertambah pada etape-etape berikutnya.