NUSA TENGGARA TIMUR — Yamaha Gear Ultima dimodifikasi oleh Atenk Katros menjadi skutik fungsional bertema Kicau Mania, lengkap dengan dudukan sangkar burung dan side box. Kolaborasi ini hadir lewat Umi Kasum Cup VI di Royal King Arena, PTC Pulo Gadung, Jakarta Timur, Minggu (1/11), menyasar komunitas penghobi burung yang aktif bermobilitas. Basis Gear Ultima sebagai skutik multi-guna jadi alasan utama pemilihan model, bukan sekadar tema visual.
Modifikasi fungsional pada skutik matic bukan hal baru, tapi pendekatannya biasanya berhenti di gaya. Yamaha Indonesia memilih jalur berbeda dengan menggandeng builder Atenk Katros untuk merombak Gear Ultima menjadi kendaraan operasional komunitas Kicau Mania. Unit custom ini tampil dalam ajang Umi Kasum Cup VI, sekaligus dipakai kru acara untuk menunjang kebutuhan harian di lokasi.
Rifki Maulana, Manager Public Relation YRA & Community PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing, menjelaskan dasar pemilihan model. Menurutnya, komunitas penghobi burung punya pola mobilitas yang menuntut kendaraan praktis, kuat, dan mampu membawa perlengkapan dalam jumlah banyak.
"Karakter kebutuhan ini sangat sesuai dengan Yamaha Gear Ultima sebagai skutik multi-guna untuk mendukung aktivitas harian sekaligus hobi konsumennya," ujar Rifki dalam keterangan resminya.
Pernyataan itu masuk akal secara teknis. Gear Ultima memang dirancang sebagai skutik angkut dengan dek lebar dan bagasi besar, jadi menambah beban di sisi belakang masih dalam batas wajar rancangannya. Yang perlu dicatat, modifikasi ini belum tentu aman diterapkan sembarangan tanpa perhitungan ulang soal distribusi bobot.
Warna hitam dipilih sebagai kelir utama, mengambil inspirasi dari bulu murai batu yang jadi burung paling populer di kalangan penghobi. Grafis emas ditambahkan untuk kesan premium, sementara aksen merah memberi kontras dan kesan lebih agresif.
Siluet murai batu ditempel di bodi motor sebagai penegas tema. Pilihan burung ini bukan tanpa alasan — murai batu punya nilai pasar tinggi dan basis penggemar besar, sehingga terasa relevan secara budaya bagi target konsumennya.
Bagian paling menarik justru sisi fungsionalnya. Atenk Katros menambahkan side box di kanan dan kiri bodi untuk menyimpan perlengkapan tambahan. Dudukan sangkar burung dibuat dengan memanfaatkan pegangan belakang bawaan Gear Ultima yang kokoh dan berukuran lebar sebagai penopang.
Solusi ini terbilang cerdik karena tidak memotong rangka utama. Namun ada catatan penting: sangkar burung berukuran besar dengan burung di dalamnya menambah bobot cukup signifikan di titik tertinggi kendaraan. Tanpa penyesuaian suspensi dan tekanan angin ban, stabilitas saat menikung bisa berubah dari kondisi standar.
Umi Kasum, penyelenggara ajang Kicau Mania tersebut, menyambut baik keterlibatan Yamaha. Menurutnya ini kali pertama sebuah pabrikan otomotif mendukung gelaran komunitas penghobi burung secara langsung.
"Gear Ultima ini salah satu motor yang bisa dipakai untuk semua kalangan apalagi dengan adanya motor modifikasi ini, semakin mempermudah pada saat kita bawa burung ke gantangan," ungkap Umi Kasum.
Kolaborasi ini menunjukkan cara pabrikan mendekati ceruk pasar yang jarang disentuh merek lain. Komunitas kicau mania jumlahnya besar, aktif berpindah lokasi, dan selama ini mengandalkan kendaraan pribadi untuk mengangkut gantangan.
Sebagai studi kasus modifikasi fungsional, Gear Ultima versi Kicau Mania ini berhasil menunjukkan bahwa skutik matic bisa digeser dari sekadar alat transportasi jadi penopang hobi. Konsepnya masuk akal dan eksekusi visualnya konsisten.
Yang belum bisa dinilai: durabilitas dudukan sangkar setelah pemakaian rutin, dan apakah Yamaha akan menjual aksesori serupa ke publik. Untuk sekarang, unit ini lebih tepat dibaca sebagai sinyal bahwa pabrikan mulai serius menggarap komunitas niche — bukan sebagai produk yang bisa langsung dibeli konsumen.